Kemarau Panjang, Debit Sungai Bandar Jaya Surut Drastis, Warga Muba Harapkan Perhatian Pemerintah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 1 September 2026 - 15:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

MUBA — MATA PENA NEWS, Selasa (1/9/2026) — Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi sumber air masyarakat. Salah satunya terlihat di kawasan Sungai Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Berdasarkan pantauan awak media Mata Pena News di lapangan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 14.14 WIB, permukaan air Sungai Bandar Jaya terlihat mengalami penyusutan. Sejumlah bagian bantaran sungai yang sebelumnya tergenang kini tampak terbuka, memperlihatkan pasir dan bebatuan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas rumah tangga, pertanian, hingga transportasi air.

Warga mulai merasakan dampak kekeringan

Penyusutan debit sungai berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama apabila kondisi cuaca kering terus berlangsung.

Sejumlah warga menyebut ketersediaan air menjadi salah satu kekhawatiran utama. Air sungai yang semakin dangkal juga dapat memengaruhi aktivitas perahu kecil yang biasa digunakan masyarakat.

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

“Kita sudah berbulan-bulan tidak merasakan hujan lebat. Air sungai makin hari makin menyusut. Kalau kondisi kering ini terus berlanjut, kami khawatir sumur-sumur warga juga ikut berkurang airnya. Kami berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi ini,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar Sungai Bandar Jaya.

Selain persoalan air, kondisi lahan yang semakin kering juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan, terutama apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka.

Aktivitas ekonomi ikut terdampak

Bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sungai dan sektor pertanian, kondisi debit air yang menurun juga menjadi persoalan tersendiri.

Aktivitas nelayan, transportasi air, maupun kegiatan pertanian berpotensi terganggu apabila kedalaman sungai terus berkurang.

Karena itu, masyarakat berharap pemerintah melakukan pemantauan kondisi sumber air secara berkala dan segera mengambil langkah apabila ditemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.

Warga minta langkah konkret pemerintah

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui instansi terkait dapat melakukan langkah antisipasi, antara lain:

Memantau kondisi debit sungai dan sumber air masyarakat secara berkala.

Menyiapkan distribusi air bersih apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan air.

Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak.

Menyiapkan solusi jangka panjang untuk menghadapi potensi kekeringan.

Masyarakat juga mengingatkan agar kondisi Sungai Bandar Jaya menjadi perhatian sebelum dampak kekeringan semakin meluas.

Di sisi lain, informasi mengenai perkembangan musim kemarau dan prakiraan curah hujan sebaiknya merujuk pada pembaruan resmi BMKG agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.

Warga pun diimbau menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran di kawasan yang kering.

Zulkarnain, S.T.

Biro Muba — Mata Pena News

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 52 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB