Jembatan Besi Jerambah 1 Kertapati Rusak Lebih Setahun, Warga Desak Pemerintah Segera Bertindak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 3 September 2026 - 13:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

PALEMBANG — MATA PENA NEWS, Kamis (3/9/2026) — Kondisi Jembatan Besi atau yang dikenal warga sebagai Jerambah 1, yang menghubungkan wilayah Kelurahan Ogan Baru dan Kelurahan Kemas Rindo di Jalan Ki Kemas Rindo, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, menjadi perhatian masyarakat.

Jembatan yang menjadi salah satu akses warga tersebut disebut telah mengalami kerusakan selama lebih dari satu tahun. Kondisi sejumlah bagian jembatan yang terlihat mengalami kerusakan membuat warga pengguna jalan mengaku khawatir saat melintas.

Berdasarkan pantauan langsung awak media Mata Pena News, Kamis (3/9/2026), ditemukan sejumlah kondisi yang perlu mendapat perhatian dari instansi terkait.

Sejumlah bagian jembatan mengalami kerusakan

Di lokasi terlihat adanya retakan pada bagian sambungan antara badan jalan dan jembatan. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna kendaraan, terutama pengendara sepeda motor apabila tidak diantisipasi.

Selain itu, terdapat bagian lantai jembatan yang terlihat miring, bergeser, dan tidak rata, sehingga pengendara harus mengurangi kecepatan ketika melintas.

Kondisi lainnya terlihat pada pagar pembatas jembatan yang tampak mengalami karat dan penurunan kondisi fisik. Namun, untuk memastikan tingkat kekuatan struktur dan kelayakan jembatan, diperlukan pemeriksaan teknis oleh instansi atau tenaga ahli yang berwenang.

Baca Juga:  HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Tetap menjadi akses penting warga

Meski kondisi jembatan menjadi perhatian, aktivitas masyarakat tetap berlangsung. Kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, pejalan kaki hingga warga yang membawa barang masih menggunakan jalur tersebut.

Bagi sebagian masyarakat, jembatan ini menjadi akses penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Keterbatasan jalur alternatif juga membuat warga tetap menggunakan jembatan tersebut.

Warga menyebut kondisi kerusakan telah berlangsung cukup lama dan berharap segera ada langkah nyata dari pemerintah.

“Jembatan ini rusak sudah terlalu lama. Kami lewat setiap hari, takut tapi terpaksa karena tidak ada jalan lain. Kami mohon perhatian serius dari pemerintah. Jangan menunggu sampai ada korban jatuh dulu baru diperbaiki,” ujar Rudi Kongsi, salah satu warga Sungki yang sehari-hari melintas di jembatan tersebut.

Warga minta segera dilakukan pemeriksaan

Masyarakat meminta Pemerintah Kota Palembang bersama dinas terkait segera turun ke lokasi untuk memastikan kondisi jembatan secara teknis.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

Warga berharap pemerintah melakukan beberapa langkah, antara lain:

Melakukan pemeriksaan dan penilaian teknis terhadap kondisi jembatan.

Segera menangani bagian yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Memasang rambu peringatan apabila terdapat bagian yang berisiko bagi pengguna jalan.

Mengambil langkah pengamanan sementara apabila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya risiko keselamatan.

Menyusun rencana perbaikan secara menyeluruh sesuai tingkat kerusakan dan kewenangan.

Menurut warga, penanganan tidak seharusnya menunggu sampai terjadi kecelakaan. Langkah pencegahan dinilai jauh lebih penting untuk menjaga keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait mengenai hasil pemeriksaan kondisi Jembatan Besi Jerambah 1 maupun rencana dan jadwal perbaikannya.

Mata Pena News membuka ruang bagi Pemerintah Kota Palembang dan instansi teknis terkait untuk memberikan klarifikasi serta informasi mengenai status kewenangan, kondisi teknis, dan rencana penanganan jembatan tersebut.

Robi — Biro Palembang

Report: Zulkarnain, S.T.

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB