Jadi Kampus Pertama di Jakarta yang Terapkan Johkasou, Ini Cara UPER Kelola Limbah Secara Cerdas

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 7 Juli 2025 - 10:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Dikenal sebagai negara dengan sistem pengelolaan limbah terbaik, Jepang tak hanya menerapkan regulasi ketat, tetapi juga mengembangkan teknologi canggih seperti Johkasou—sistem pengolahan air limbah domestik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai pencemar. Lebih dari 8 juta unit Johkasou telah dipasang di seluruh Jepang (Japan Ministry of the Environment, 2022), menjadikannya solusi sanitasi yang efisien, hemat energi, dan cocok untuk kawasan tanpa infrastruktur sentralisasi.

Di Indonesia, pengelolaan air limbah domestik masih menjadi tantangan besar. Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan bahwa hanya sekitar 11,8 persen rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses ke sistem pengolahan limbah domestik yang layak. Sisanya masih menggunakan metode konvensional seperti tangki septik yang berisiko mencemari air tanah dan lingkungan sekitar. Permasalahan ini juga terjadi di kawasan pendidikan, termasuk kampus, yang memiliki aktivitas padat dan menghasilkan limbah dalam jumlah signifikan setiap harinya.

Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pertamina (UPER) menjadi kampus pertama di Jakarta yang menerapkan teknologi Johkasou untuk pengolahan air limbah domestik. Inisiatif ini diwujudkan melalui kerja sama strategis dengan PT Daiki Axis Indonesia, anak perusahaan dari Daiki Axis Co., Ltd. Jepang, yang menyediakan sistem Sewage Treatment Plant (STP) berbasis Johkasou sebagai bagian dari hibah.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

“Melalui kerja sama antara Daiki-Axis dan Universitas Pertamina, kami tidak hanya memperkenalkan teknologi pengolahan air modern seperti ‘Johkasou’, tetapi juga menanamkan kesadaran pentingnya pelestarian lingkungan bagi generasi muda Indonesia, demi masa depan air yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Hiroshi Ogame, Chairman Daiki Axis Co., Ltd., dalam seremoni penandatanganan hibah di Jakarta, Selasa (1/7/2025).

Sistem Johkasou bekerja seperti “perut buatan” yang secara bertahap membersihkan air limbah dari rumah tangga atau gedung. Pertama, air limbah dipisahkan dari kotoran padat agar bagian yang lebih cair bisa masuk ke tahap berikutnya. Setelah itu, air dialirkan ke ruang khusus berisi bakteri baik yang bertugas “memakan” kotoran mikroskopis, seperti sisa sabun, limbah organik, dan nutrien berlebih. Untuk membantu proses ini, sistem akan meniupkan udara segar (oksigen) menggunakan blower, menciptakan kondisi ideal bagi bakteri untuk bekerja secara optimal.

Air yang sudah diproses kemudian dipisahkan secara gravitasi dan mengalami proses klorinasi untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit. Setelah itu, air diperiksa kualitasnya di titik sampling untuk memastikan telah memenuhi standar baku mutu. Bila dinyatakan layak, air ini akan dikeluarkan sebagai efluen yang jernih, tidak berbau, dan aman bagi lingkungan, sesuai dengan PermenLHK No. P.68 Tahun 2016. Menariknya, sistem Johkasou mampu menghilangkan hingga 90 persen kandungan polutan, tanpa membutuhkan lahan yang luas. Inilah yang membuatnya sangat cocok digunakan di kawasan padat seperti kampus, sekolah, rumah sakit, maupun permukiman kota.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Selain sebagai solusi teknis, sistem Johkasou juga akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan penelitian oleh mahasiswa Universitas Pertamina, terutama dari program studi teknik lingkungan. Dengan pendekatan transdisipliner, mahasiswa dapat memahami secara langsung bagaimana teknologi ramah lingkungan bekerja dalam konteks nyata.

“Pembangunan STP ini adalah wujud komitmen kami dalam mewujudkan kampus berkelanjutan yang tidak hanya mengedepankan pendidikan dan riset, tetapi juga keberlanjutan lingkungan,” ujar Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.

Selain itu, kerja sama ini juga membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan perguruan tinggi, termasuk program magang mahasiswa di kantor Daiki Axis di Indonesia dan Jepang, serta perekrutan alumni UPER sebagai tenaga profesional. Kolaborasi ini memperkuat posisi Universitas Pertamina sebagai kampus energi yang tidak hanya menekankan inovasi teknologi, tetapi juga tanggung jawab sosial dan keberlanjutan.
Ingin jadi bagian dari kampus yang peduli lingkungan dan mendorong inovasi berkelanjutan? Kunjungi pmb.universitaspertamina.ac.id untuk informasi lengkap mengenai program studi dan jalur pendaftaran.

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB