FORSPI Desak Evaluasi Kebijakan Royalti Musik untuk UMKM

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 8 Agustus 2025 - 06:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News — Forum Solidaritas Pemuda Inspiratif (FORSPI) mendesak pemerintah untuk mengevaluasi kebijakan penerapan royalti atas musik atau lagu yang diputar di tempat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti kafe dan restoran. Mereka menilai kebijakan tersebut belum mempertimbangkan realitas sosial dan berpotensi memberatkan pelaku usaha kecil.

Ketua FORSPI, Deni Kurniawan, menyampaikan bahwa meskipun hak cipta harus dihormati, kebijakan royalti semestinya tidak diterapkan secara seragam tanpa membedakan antara usaha besar dan UMKM. “Dalam situasi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, penerapan royalti secara menyamaratakan menunjukkan kegagalan negara dalam membedakan korporasi besar dengan rakyat kecil,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (7/8).

Baca Juga:  Atasi Kekeringan, PKK Jepara Bersama BPBD Salurkan 4.000 Liter Air Bersih ke Desa Banjaran

Menurut Deni, pemerintah daerah semestinya tidak hanya menjadi perpanjangan tangan administratif dari pusat, tetapi harus mampu menjadi pelindung masyarakat di wilayahnya. Ia menilai, selama ini UMKM kerap dijadikan jargon politik, tetapi kenyataannya sering terbebani regulasi yang tidak sensitif terhadap kondisi riil mereka.

“UMKM yang hanya menggunakan speaker mini untuk memutar musik tidak bisa disamakan dengan jaringan kafe besar yang menjadikan musik sebagai daya tarik komersial. Ini soal keberpihakan dalam kebijakan publik,” katanya.

Salah satu pelaku UMKM yang diwawancarai FORSPI juga mengungkapkan keresahannya terhadap kebijakan ini. “Kami bertahan dengan modal kecil. Kenapa sekarang musik yang diputar pun harus dihitung-hitung? Apakah keadilan hanya berlaku bagi mereka yang bermodal besar?” ungkapnya.

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

FORSPI menilai pelaku UMKM harus dilibatkan secara langsung dalam penyusunan dan evaluasi kebijakan royalti musik. Mereka mendesak agar negara tidak tunduk pada kepentingan ekonomi semata tanpa mempertimbangkan aspek empati dan keadilan sosial.

“Jika suara UMKM terus diabaikan, bukan tidak mungkin akan muncul perlawanan sosial yang lebih luas. Kebijakan harus berpihak, bukan menindas,” tutup Deni.

Jawas

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB