Bogor | Mata Pena News – Langit akan memerah pada Ahad malam hingga Senin dini hari, 7–8 September 2025. Dunia bersiap menyaksikan Blood Moon atau gerhana bulan total terpanjang abad ini, dengan durasi totalitas mencapai 82 menit.
Fenomena langit langka ini dapat disaksikan hampir di seluruh penjuru bumi, termasuk Eropa, Afrika, Asia, Australia, dan Selandia Baru. Diperkirakan lebih dari enam miliar penduduk dunia berkesempatan melihat Bulan berwarna merah tua di rasi Aquarius, ditemani planet Saturnus yang bersinar terang di dekatnya.
Menurut catatan astronomi, fase gerhana akan berlangsung mulai pukul 23.27 WIB saat bayangan Bumi mulai menutupi permukaan Bulan. Puncak totalitas atau Bulan Darah terjadi pada pukul 01.12 WIB, sebelum berakhir pada 01.53 WIB. Gerhana secara keseluruhan diperkirakan selesai sekitar pukul 03.55 WIB.
Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya Matahari dibiaskan atmosfer bumi dan hanya menyisakan spektrum merah yang membuat Bulan tampak seperti terbakar.
Para astronom menyarankan masyarakat untuk menyaksikan peristiwa ini di tempat terbuka dengan langit cerah. Meskipun dapat dinikmati dengan mata telanjang, penggunaan teleskop atau binokular akan memperkaya pengalaman, terutama untuk melihat Bulan merah yang berdampingan dengan Saturnus.
Gerhana bulan total ini menjadi momen istimewa bagi pecinta langit, sekaligus pengingat akan keindahan kosmik yang dapat disaksikan tanpa biaya, hanya dengan menengadahkan pandangan ke angkasa.
Red,














