Ekspor 48 Ton Durian, Rudy Susmanto: Harapan Besar Petani Lokal Tembus Pasar Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 12:20 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News – Ekspor perdana durian asal Kabupaten Bogor ke Tiongkok menjadi tonggak penting bagi petani durian lokal. Sebanyak 48 ton durian resmi dilepas ke pasar internasional, membuka peluang baru yang selama ini terasa jauh dari kebun-kebun rakyat. Lebih dari sekadar transaksi dagang, pengiriman ini menjadi simbol naik kelasnya petani lokal dalam rantai ekonomi global.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyebut momen tersebut sebagai harapan besar bagi petani durian, termasuk mereka yang hanya memiliki beberapa pohon durian di halaman rumah.

“Hari ini menjadi sebuah semangat buat kami. Ini menjadi masa depan bagi para petani durian kami, baik yang memiliki kebun maupun yang hanya punya beberapa pohon durian di halaman rumahnya,” ujar Rudy saat pelepasan ekspor di Citeureup, Kabupaten Bogor, Senin (15/12/2025).

Selama bertahun-tahun, durian lokal kerap terjebak dalam pasar terbatas. Saat panen raya, harga anjlok dan petani terpaksa menjual hasil panen dengan cepat. Di sisi lain, durian impor justru mendominasi pasar modern.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

“Kalau kita lihat di supermarket, durian di dalam freezer itu bulan-bulan impor semuanya,” kata Rudy.

Kondisi tersebut membuat petani lokal sulit menikmati nilai tambah dari hasil kebunnya sendiri. Menurut Rudy, ekspor langsung ke Tiongkok menjadi solusi untuk memutus ketimpangan tersebut. Dengan memotong jalur perantara, harga di tingkat petani diharapkan lebih stabil dan menguntungkan.

“Ini menjadi salah satu harapan besar para petani durian lokal yang ada di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor pun melibatkan berbagai perangkat daerah, mulai dari dinas terkait hingga pemerintah desa, agar momentum ekspor ini dapat berkelanjutan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh petani.

Di balik keberhasilan ekspor ini, terdapat proses panjang yang penuh tantangan. Kepala Balai Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, menjelaskan bahwa negosiasi dengan otoritas Tiongkok telah berlangsung hampir dua tahun.

“Ini perjuangan cukup berat. Banyak item yang harus lulus satu per satu,” ujarnya.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

Menurut Sahat, otoritas Tiongkok tidak hanya menilai dokumen administrasi, tetapi juga melakukan verifikasi langsung ke kebun-kebun durian di Indonesia. Hasilnya justru menunjukkan keunggulan tersendiri.

“Kalau kita bandingkan dengan kebun durian di Malaysia, Thailand, dan Vietnam, kebun durian kita ini bisa dibilang mendekati organik,” jelasnya.

Karakter kebun durian Indonesia yang tidak homogen dan relatif minim penggunaan bahan kimia dinilai menjadi nilai tambah di mata pasar internasional.

Saat ini, ekspor durian beku telah berjalan, sementara durian segar masih dalam tahap finalisasi protokol ekspor. Sahat menegaskan bahwa peluang pasar Tiongkok sangat besar.
“Di China itu, seberapa pun kita kirim akan habis, apalagi menjelang Imlek,” katanya.

Durian montong menjadi salah satu varietas yang paling diminati karena dagingnya tebal dan bijinya kecil. Meski demikian, pasar tetap terbuka untuk berbagai jenis durian asal Indonesia selama memenuhi standar yang ditetapkan.

Rudy

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB