Di Bawah Ukiran Jepara, Rindu yang Pulang: Lebaran Keluarga Besar Noto Prasodjo Sarat Haru dan Wibawa

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 16:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Ada yang lebih dalam dari sekadar perayaan di Hari Raya Idul Fitri. Di Lumbung Padi, Jepara, Selasa (24/3/2026), Keluarga Besar Noto Prasodjo tidak hanya berkumpul, mereka memulangkan rindu yang tertunda setahun lamanya.

Di bawah latar ukiran kayu khas Jepara yang kokoh dan berwibawa, deretan wajah-wajah keluarga itu menyimpan cerita tentang jarak yang memisahkan, waktu yang berlalu, dan ikatan yang tak pernah benar-benar terputus. Balutan batik seragam bukan sekadar penampilan, melainkan simbol kesatuan bahwa mereka berasal dari akar yang sama.

Keluarga besar ini merupakan bagian dari trah Bani Prasodjo, dengan garis keturunan dari Bani Noto Prasodjo. Dari akar tersebut, lahir generasi penerus di antaranya Prayitno (Alm), Sri Prawani (Alm), Prawito (Alm), Pramono, Prawanto, Sri Prawanti, dan Sri Pratiwi, yang kemudian meneruskan ikatan kekeluargaan hingga kini berkembang lintas generasi.

Di barisan depan, para sesepuh duduk tenang, menjadi penjaga nilai dan saksi perjalanan keluarga. Di belakangnya, anak, cucu, hingga cicit berdiri, seolah menegaskan bahwa garis keturunan ini terus hidup, tumbuh, dan berlanjut.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Salah satu anggota keluarga, Agus Widi, tak mampu menyembunyikan makna besar di balik pertemuan ini. Dengan suara yang sarat rasa, ia mengungkapkan bahwa momen ini adalah kesempatan langka yang tak tergantikan.

“Pertemuan ini sangat berarti bagi saya. Walaupun hanya satu tahun sekali, kita bisa saling mengenal dengan saudara-saudara yang jauh dan jarang bertemu,” tuturnya.

Baginya, bukan hanya sekadar temu kangen. Lebih dari itu, ini adalah ruang bagi generasi muda, anak, cucu, hingga cicit untuk saling mengenal, saling menatap, dan menyadari bahwa mereka adalah bagian dari satu keluarga besar yang utuh.

Rangkaian acara berjalan sederhana, namun justru di situlah letak kekuatannya. Doa bersama membuka pertemuan dengan khidmat, menghadirkan rasa syukur yang dalam. Pesan dari sesepuh keluarga kemudian mengalir pelan namun menghujam agar keluarga tetap rukun, saling menjaga, dan tidak saling meninggalkan.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

Saat prosesi saling bersalaman dan bermaaf-maafan dimulai, suasana berubah menjadi haru. Tangan-tangan yang saling menggenggam bukan hanya meminta maaf, tetapi juga memulihkan jarak, menghapus luka yang mungkin tak pernah terucap. Ada mata yang berkaca-kaca, ada senyum yang bergetar, semua larut dalam keikhlasan.

Dan ketika acara ditutup dengan makan bersama, tawa kembali pecah. Hangat, sederhana, namun penuh arti. Seolah menegaskan bahwa setelah segala perbedaan, keluarga tetap menjadi tempat pulang yang paling jujur.

Di tengah dunia yang terus bergerak cepat, momen seperti ini menjadi pengingat yang lembut namun kuat: bahwa waktu boleh berjalan, jarak boleh memisahkan, tetapi darah dan kenangan akan selalu menemukan jalan untuk kembali menyatukan.

Lebaran kali ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang memeluk kembali mereka yang selama ini hanya bisa dirindukan. Sebuah perayaan yang tidak hanya terlihat indah, tetapi juga terasa hingga ke dalam hati.

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB