Dewan Pers  Minta Istana Pulihkan Akses Liputan Jurnalis CNN Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 07:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News — Akses liputan jurnalis CNN Indonesia, Diana Valencia, di Istana Kepresidenan dicabut oleh Biro Pers Sekretariat Presiden. Keputusan itu memicu reaksi Dewan Pers yang meminta agar akses liputan segera dipulihkan.

Informasi pencabutan disampaikan langsung oleh Diana melalui pesan WhatsApp di grup wartawan istana, Sabtu (27/9/2025) malam. “Selamat malam kakak-kakak, per malam ini saya bukan lagi wartawan istana karena ID card saya sudah diambil oleh Biro Pers. Oleh karena itu saya izin keluar dari grup ini, terima kasih banyak sampai bertemu di liputan lain,” tulis Diana.

Peristiwa berawal di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, saat Presiden Prabowo Subianto baru tiba dari lawatan luar negeri. Menurut sejumlah sumber, wartawan hanya diperbolehkan bertanya seputar agenda kunjungan Presiden. Namun, Diana menanyakan soal kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang meluas di berbagai daerah. Ia bertanya apakah Presiden memberi instruksi khusus kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terkait peristiwa tersebut.

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

Presiden Prabowo sempat menjawab bahwa dirinya akan memanggil Kepala BGN untuk meminta penjelasan lebih lanjut. Tidak lama setelah itu, Biro Pers mencabut kartu liputan istana milik Diana.

Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menyesalkan tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebebasan pers dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. “Akses liputan jurnalis CNN Indonesia yang dicabut sebaiknya segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana,” kata Komaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9/2025).

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Dewan Pers juga mendesak Istana memberikan penjelasan resmi mengenai pencabutan kartu liputan. “Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana. Kami berharap peristiwa serupa tidak terulang di masa mendatang,” tegas Komaruddin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Istana belum menyampaikan keterangan resmi mengenai alasan pencabutan akses liputan jurnalis CNN Indonesia tersebut.

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB