OGAN ILIR | Mata Pena News.Com — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. SMAN 2 Tanjung Raja berhasil meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026.
Pencapaian tersebut menjadi istimewa karena upaya membangun lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan nyaman tidak semata-mata mengandalkan fasilitas maupun anggaran besar. Kreativitas dalam memanfaatkan barang bekas justru menjadi salah satu bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang berbudaya dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Berbagai barang bekas yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dimanfaatkan kembali menjadi bagian dari taman dan fasilitas pendukung lingkungan sekolah. Sejumlah material bekas juga dikreasikan menjadi karya seni dan kerajinan, sementara lahan yang tersedia dimanfaatkan sebagai area penghijauan dan kebun sekolah.
Program tersebut tidak hanya dilakukan oleh pihak sekolah, tetapi melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa hingga tenaga kependidikan. Kebersamaan tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kebiasaan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kreativitas Menjadi Kekuatan
Melalui pemanfaatan barang bekas, SMAN 2 Tanjung Raja menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana.
Barang yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah diolah kembali sehingga memiliki fungsi dan nilai guna. Sampah juga dipilah dan dikelola agar tidak seluruhnya berakhir sebagai limbah.
Langkah tersebut sekaligus menjadi sarana edukasi bagi para siswa untuk memahami pentingnya mengurangi sampah, menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Predikat Adiwiyata pun tidak hanya dipandang sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi dorongan bagi seluruh warga sekolah untuk terus mempertahankan budaya peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
Dipimpin EPA Asnaini
Keberhasilan SMAN 2 Tanjung Raja meraih predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026 tidak terlepas dari keterlibatan seluruh warga sekolah di bawah kepemimpinan EPA Asnaini, S.Pd., M.Si.
Semangat kebersamaan dan kreativitas dalam mengelola lingkungan sekolah menjadi bagian dari proses menuju pencapaian tersebut.
Prestasi ini sekaligus memberikan pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya. Dengan kreativitas, kepedulian dan kerja sama, barang bekas pun dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Capaian sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026 diharapkan tidak berhenti pada seremoni penghargaan. Sebaliknya, predikat tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan, memperluas penghijauan, serta menanamkan karakter peduli lingkungan kepada generasi muda.
Selamat kepada SMAN 2 Tanjung Raja atas pencapaian sebagai Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2026. Semoga prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi sekolah lainnya di Sumatera Selatan.
Reporter: DONY, S.H.
Kaperwil Sumsel
Media Mata Pena News.Com














