MUBA — MATA PENA NEWS, Selasa (1/9/2026) — Musim kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai menunjukkan dampak terhadap kondisi sumber air masyarakat. Salah satunya terlihat di kawasan Sungai Bandar Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.
Berdasarkan pantauan awak media Mata Pena News di lapangan pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 14.14 WIB, permukaan air Sungai Bandar Jaya terlihat mengalami penyusutan. Sejumlah bagian bantaran sungai yang sebelumnya tergenang kini tampak terbuka, memperlihatkan pasir dan bebatuan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga yang selama ini memanfaatkan sungai untuk berbagai kebutuhan, mulai dari aktivitas rumah tangga, pertanian, hingga transportasi air.
Warga mulai merasakan dampak kekeringan
Penyusutan debit sungai berpotensi memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama apabila kondisi cuaca kering terus berlangsung.
Sejumlah warga menyebut ketersediaan air menjadi salah satu kekhawatiran utama. Air sungai yang semakin dangkal juga dapat memengaruhi aktivitas perahu kecil yang biasa digunakan masyarakat.
“Kita sudah berbulan-bulan tidak merasakan hujan lebat. Air sungai makin hari makin menyusut. Kalau kondisi kering ini terus berlanjut, kami khawatir sumur-sumur warga juga ikut berkurang airnya. Kami berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi ini,” ujar seorang warga yang tinggal di sekitar Sungai Bandar Jaya.
Selain persoalan air, kondisi lahan yang semakin kering juga perlu diantisipasi karena dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran lahan, terutama apabila terdapat aktivitas pembakaran terbuka.
Aktivitas ekonomi ikut terdampak
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sungai dan sektor pertanian, kondisi debit air yang menurun juga menjadi persoalan tersendiri.
Aktivitas nelayan, transportasi air, maupun kegiatan pertanian berpotensi terganggu apabila kedalaman sungai terus berkurang.
Karena itu, masyarakat berharap pemerintah melakukan pemantauan kondisi sumber air secara berkala dan segera mengambil langkah apabila ditemukan wilayah yang mulai mengalami kesulitan air bersih.
Warga minta langkah konkret pemerintah
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui instansi terkait dapat melakukan langkah antisipasi, antara lain:
Memantau kondisi debit sungai dan sumber air masyarakat secara berkala.
Menyiapkan distribusi air bersih apabila terdapat warga yang mengalami kesulitan air.
Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.
Memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak.
Menyiapkan solusi jangka panjang untuk menghadapi potensi kekeringan.
Masyarakat juga mengingatkan agar kondisi Sungai Bandar Jaya menjadi perhatian sebelum dampak kekeringan semakin meluas.
Di sisi lain, informasi mengenai perkembangan musim kemarau dan prakiraan curah hujan sebaiknya merujuk pada pembaruan resmi BMKG agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat.
Warga pun diimbau menghemat penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari pembakaran sampah atau aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran di kawasan yang kering.
Zulkarnain, S.T.
Biro Muba — Mata Pena News














