MUTIARA HIKMAH BES : HARI ESOK, PENA, DAN BEKAL YANG TAK PERNAH MATI

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:28 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUTIARA HIKMAH BES : HARI ESOK, PENA, DAN BEKAL YANG TAK PERNAH MATI

SENIN, 10 AGUSTUS 2026

Oleh: Prof. Eggi Sudjana

📖 ALLAH MEMERINTAHKAN KITA MENYIAPKAN HARI ESOK

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hasyr: 18)

Ada satu bagian ayat yang sangat dalam:

وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

“Hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

Hari esok yang dimaksud bukan sekadar hari setelah hari ini.

Hari esok adalah akhirat.

Karena itu, pertanyaan terpenting bukan hanya:

“Apa yang akan saya dapatkan hari ini?”

Tetapi:

“Apa yang sudah saya persiapkan untuk kehidupan setelah kematian?”

Harta akan ditinggalkan.

Jabatan akan berakhir.

Popularitas akan berlalu.

Bahkan tubuh kita pun akan kembali menjadi tanah.

Namun amal yang dilakukan dengan ikhlas akan menjadi bekal menuju kehidupan yang abadi.

⏳ WAKTU ADALAH MODAL YANG TIDAK BISA KEMBALI

Manusia sering merasa masih memiliki banyak waktu.

Padahal yang kita miliki sebenarnya hanyalah kesempatan.

Hari yang telah berlalu tidak mungkin dibeli kembali dengan uang sebanyak apa pun.

Allah Subhanahu wa Ta’ala bahkan bersumpah dengan waktu:

وَالْعَصْرِ ۙ

“Demi masa.”

(QS. Al-‘Ashr: 1)

Kemudian Allah menegaskan bahwa manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran.

Maka ukuran keberhasilan hidup bukan sekadar berapa lama kita hidup, tetapi apa yang kita lakukan selama hidup.

Satu hari yang berlalu berarti satu bagian dari umur kita telah berkurang.

Maka jangan sia-siakan waktu.

🔢 JANGAN HANYA MENGHITUNG ANGKA, HITUNGLAH AMAL

Ada berbagai pembahasan mengenai keteraturan angka dalam Al-Qur’an atau yang dikenal dalam sebagian kajian sebagai i’jaz ‘adadi.

Misalnya, terdapat klaim populer mengenai jumlah kata tertentu yang dianggap memiliki keseimbangan dengan angka-angka tertentu.

Hal tersebut boleh menjadi bahan renungan, tetapi kita perlu berhati-hati.

Penghitungan dapat berbeda bergantung pada metode yang digunakan, termasuk bentuk kata, imbuhan, dan variasi penulisan.

Karena itu, jangan menjadikan klaim angka sebagai satu-satunya ukuran kemukjizatan Al-Qur’an.

Mukjizat Al-Qur’an jauh lebih luas.

Yang paling penting bukan sekadar berapa ayat yang kita hitung, tetapi:

berapa banyak ayat yang kita amalkan?

Jangan sampai kita sibuk menghitung angka dalam Al-Qur’an, tetapi lupa menghitung amal diri sendiri.

Allah berfirman:

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

(QS. Al-Qamar: 49)

🌱 BEKAL AKHIRAT YANG TERUS MENGALIR

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”

(HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan kepada kita bahwa ada amal yang manfaatnya tetap mengalir meskipun manusia telah meninggal dunia.

1️⃣ SEDEKAH JARIYAH

Memberikan manfaat yang terus digunakan.

Membangun masjid.

Menyediakan sarana air.

Membantu pendidikan.

Mewakafkan tanah atau fasilitas untuk kepentingan masyarakat.

Kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan dapat menjadi investasi akhirat.

2️⃣ ILMU YANG BERMANFAAT

Ilmu yang diajarkan tidak berhenti ketika seorang guru selesai berbicara.

Ia dapat hidup dalam pikiran muridnya.

Tulisan seorang penulis dapat dibaca generasi berikutnya.

Nasihat seorang pendidik dapat menjadi pegangan sepanjang hidup.

Seorang jurnalis yang menyampaikan informasi secara benar juga dapat memberikan manfaat apabila tulisannya mencerdaskan dan mendorong masyarakat kepada kebaikan.

3️⃣ ANAK SALEH

Mendidik anak bukan hanya mempersiapkan masa depan dunia mereka.

Lebih jauh, kita sedang menyiapkan generasi yang mengenal Allah, mencintai kebaikan, dan kelak mendoakan orang tuanya.

Karena itu, mendidik anak dengan iman dan akhlak adalah investasi yang nilainya jauh melampaui penghargaan dunia.

✒️ PENA DAN PERADABAN

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

نٓ ۚ وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُوْنَ

“Nun. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan.”

(QS. Al-Qalam: 1)

Allah juga berfirman:

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ

“Yang mengajar manusia dengan pena.”

(QS. Al-‘Alaq: 4)

Pena bukan sekadar alat untuk menulis.

Pena dapat menjadi sarana:

menyimpan ilmu;

menyampaikan kebenaran;

mencatat sejarah;

mengedukasi masyarakat;

menyuarakan kepentingan orang banyak;

mengoreksi kesalahan;

dan membangun peradaban.

Sebuah tulisan mungkin hanya membutuhkan beberapa menit untuk dibaca.

Tetapi gagasan di dalamnya dapat hidup bertahun-tahun, bahkan lintas generasi.

Karena itu, pena memiliki tanggung jawab moral.

👁️ MATA PENA: MELIHAT DENGAN BENAR, MENULIS DENGAN JUJUR

Nama MATA PENA memiliki makna filosofis yang kuat.

👁️ MATA

Mata melihat kenyataan.

Mata mengamati.

Mata mencari fakta.

Mata membedakan antara informasi dan prasangka.

✒️ PENA

Pena merekam apa yang dilihat.

Pena menyampaikan fakta.

Pena memberikan penjelasan.

Pena meninggalkan pengetahuan bagi generasi berikutnya.

Maka secara filosofis:

MATA PENA adalah mata yang melihat realitas dan pena yang mengabadikan kebenaran.

Namun ada satu prinsip yang tidak boleh dilupakan:

MATA HARUS BENAR MELIHAT, PENA HARUS BENAR MENULIS.

Sebab mata yang keliru melihat dapat menghasilkan tulisan yang keliru.

Dan pena yang kehilangan kejujuran dapat berubah menjadi alat fitnah.

⚖️ SETIAP TULISAN AKAN MENJADI JEJAK

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ

“Dan Kami mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.”

(QS. Yasin: 12)

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

Ayat ini semakin relevan di zaman digital.

Hari ini kita memiliki:

📱 WhatsApp

💻 Website

📰 Portal berita

🎥 YouTube

📢 Media sosial

✒️ Artikel dan opini

Semuanya dapat menjadi “pena digital”.

Maka sebelum menulis, mengunggah, atau membagikan sesuatu, tanyakan kepada diri sendiri:

Apakah ini benar?

Apakah ini bermanfaat?

Apakah ini adil?

Apakah saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah?

Sebab tulisan dapat menjadi pahala.

Tetapi tulisan juga dapat menjadi dosa.

Pena tidak otomatis menjadi amal. Pena menjadi amal ketika diarahkan kepada kebenaran dan kemanfaatan.

🤖

Apakah menulis berita dan opini dapat menjadi amal untuk akhirat?

🤖 AI:

Bisa.

Jika tulisan tersebut berdasarkan fakta, disampaikan dengan niat yang baik, tidak memfitnah, tidak menzalimi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat, maka tulisan dapat menjadi amal kebaikan.

Sebaliknya, kebohongan, fitnah, manipulasi, dan penyebaran informasi yang merugikan orang lain dapat menjadi beban pertanggungjawaban.

Maka:

Jangan hanya bertanya apakah tulisan itu menarik. Tanyakan juga apakah tulisan itu benar dan bermanfaat.

RENUNGAN HARI INI

Setiap pagi kita mendapatkan satu hari baru.

Tetapi pada saat yang sama, umur kita juga berkurang satu hari.

Maka jangan hanya bertanya:

“Apa yang akan saya dapatkan hari ini?”

Tanyakan:

“Apa yang bisa saya tinggalkan hari ini?”

Satu ilmu.

Satu tulisan.

Satu kebaikan.

Satu orang yang tertolong.

Satu anak yang mendapatkan pendidikan.

Satu kebenaran yang disampaikan.

Satu fitnah yang berhasil dihentikan.

Satu kesalahan yang kita akui dan perbaiki.

Itulah bekal.

🕊️ MUTIARA HIKMAH HARI INI

Waktu adalah umur.

Hari adalah kesempatan.

Amal adalah bekal.

Ilmu adalah warisan.

Pena adalah alat peradaban.

Dan tulisan adalah jejak yang dapat tetap hidup ketika penulisnya telah tiada.

Karena itu, sebelum hari ini berakhir, mari bertanya kepada diri sendiri:

“APA YANG SUDAH KITA SIAPKAN UNTUK HARI ESOK?”

Bukan berapa banyak harta yang telah dikumpulkan.

Bukan berapa tinggi jabatan yang telah dicapai.

Bukan berapa banyak orang yang mengenal nama kita.

Tetapi:

Apa yang sudah kita lakukan dengan umur yang Allah titipkan?

Mungkin suatu saat harta kita habis.

Jabatan kita selesai.

Nama kita dilupakan.

Namun ilmu yang pernah kita ajarkan, kebaikan yang pernah kita lakukan, dan tulisan yang membawa manfaat bisa menjadi jejak yang terus hidup.

✒️ MATA MELIHAT.

PENA MENULIS.

AMAL MENJADI JEJAK.

Semoga Allah menjadikan mata kita mata yang mampu melihat kebenaran, pena kita pena yang jujur dalam menyampaikan kebenaran, dan seluruh karya kita menjadi bekal menuju kehidupan akhirat yang abadi.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.

 

JAGA WAKTU • JAGA PENA • JAGA KEBENARAN • JAGA AMAL

Salam Jihad,

Brother Eggi Sudjana (BES).

 

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB