NANGGUNG | Mata Pena News – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bogor menjadikan momentum penjemputan bendera pusaka sebagai sarana untuk mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat persatuan dalam membangun daerah dan Indonesia.
Pesan tersebut disampaikan Rudy saat menghadiri kegiatan penjemputan bendera pusaka milik Pemerintah Kabupaten Bogor di rumah sejarah bekas Kantor Bupati Bogor pada masa revolusi fisik di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Rudy, keberadaan rumah sejarah di Malasari memiliki arti penting dalam perjalanan Kabupaten Bogor. Tempat tersebut menjadi salah satu saksi perjuangan bangsa Indonesia, khususnya pada masa revolusi fisik.
“Dalam momentum yang sangat bersejarah buat Kabupaten Bogor, kita berdiri bersama-sama di tempat yang sangat terhormat dan sakral bagi berdirinya Kabupaten Bogor serta perjuangan bangsa Indonesia. Kita berada di rumah sejarah bekas Kantor Bupati pada masa revolusi fisik,” ujar Rudy.
Ia menegaskan, bendera pusaka yang dijemput bukan sekadar kain berwarna merah dan putih. Bendera tersebut menyimpan nilai sejarah dan menjadi simbol perjuangan bangsa.
Rudy menyebut, bendera itu merupakan bendera pertama yang dikirim Pemerintah Pusat Republik Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada 1948.
Karena itu, penjemputan bendera pusaka tersebut dimaknai sebagai upaya untuk kembali menghidupkan semangat perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian para pahlawan kepada bangsa dan negara.
“Satu bendera dijemput, maka kita menjemput sebuah semangat perjuangan para pahlawan. Kita menjemput sebuah keikhlasan pengabdian para pahlawan mengabdi kepada bangsa dan negara ini. Kita sebagai penerusnya wajib turut serta bersama-sama mengisi kemerdekaan,” katanya.
Rudy menilai semangat tersebut penting untuk terus diwariskan kepada generasi penerus. Kemerdekaan, kata dia, bukan sekadar warisan sejarah, tetapi juga amanah yang harus diisi melalui kerja nyata dan pengabdian.
Ia juga berharap momentum penjemputan bendera pusaka dapat menjadi perekat kebersamaan masyarakat Kabupaten Bogor di tengah keberagaman dan berbagai perbedaan yang ada.
Menurutnya, perbedaan tidak boleh menjadi penghalang untuk membangun daerah. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat harus berjalan bersama dengan tujuan yang sama.
“Mudah-mudahan momentum hari ini, kita menjemput bendera pusaka yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, menjadi momentum kebersamaan kita merajut perbedaan-perbedaan yang ada di Kabupaten Bogor dengan satu tujuan: membangun bangsa Indonesia, membangun Bogor bersama-sama,” ujar Rudy.
Momentum di rumah sejarah Malasari itu sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat perjuangan para pendahulu tidak berhenti pada masa kemerdekaan, tetapi harus terus diwujudkan melalui persatuan, pengabdian, dan kerja bersama untuk kemajuan Kabupaten Bogor.
Red














