Komisi IV DPRD Kota Bogor Dorong Perluasan Beasiswa, Fokus Tekan Angka Putus Sekolah bagi Siswa Kurang Mampu

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 17 Juli 2026 - 21:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kota BOGOR | Mata Pena News – DPRD Kota Bogor mulai mengarahkan kebijakan bantuan pendidikan agar lebih efektif dalam menekan angka anak putus sekolah. Melalui Komisi IV, DPRD berencana memperkuat program beasiswa bagi pelajar dari keluarga kurang mampu dengan menyesuaikan alokasi anggaran pada tahun-tahun mendatang.

 

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Fajar Nur Muhammad, mengatakan saat ini Pemerintah Kota Bogor masih menyelesaikan pelaksanaan program bantuan pendidikan yang telah dialokasikan dalam APBD 2026. Program tersebut meliputi Bantuan Sosial Biaya Pendidikan (BSM) serta bantuan penebusan ijazah bagi siswa yang terkendala biaya.

 

Menurut Fajar, proses penyaluran BSM sempat mengalami kendala akibat belum sinkronnya data desil yang menjadi dasar penetapan penerima manfaat. Namun, persoalan tersebut telah diselesaikan melalui rapat koordinasi yang melibatkan Inspektorat, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Pendidikan, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Bagian Hukum.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

 

“Hasil pembahasan menyepakati bahwa penyaluran bantuan menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) Solid karena proses pengajuan masyarakat telah berjalan lebih dulu dibandingkan ketersediaan data desil,” ujar Fajar, Jumat (17/7/2026).

 

Ia menjelaskan, pencairan bantuan pendidikan ditargetkan mulai berlangsung pada Agustus 2026. Pada APBD murni tahun ini, Pemkot Bogor mengalokasikan bantuan penebusan ijazah bagi lebih dari 1.000 siswa, sementara program BSM juga akan diberikan kepada lebih dari 1.000 penerima.

 

Meski demikian, Komisi IV DPRD Kota Bogor menilai arah kebijakan pendidikan ke depan harus lebih berorientasi pada perluasan program beasiswa, khususnya bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan.

 

Fajar mengatakan, apabila kebutuhan anggaran untuk program penebusan ijazah dan BSM terus menurun, DPRD akan mendorong pengalihan sebagian anggaran tersebut guna menambah kuota penerima beasiswa.

Baca Juga:  18 Pejabat Dilantik Prabowo, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru

 

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk implementasi amanat konstitusi yang mewajibkan negara menjamin hak setiap warga negara memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi.

 

“Saat ini kuota beasiswa yang tersedia sekitar 2.000 penerima. Meski jumlah itu masih belum mencukupi, setidaknya sudah menjadi langkah awal yang positif untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu,” kata Fajar.

 

Komisi IV DPRD Kota Bogor, lanjutnya, akan terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas seluruh program bantuan pendidikan sebagai dasar penyusunan kebijakan dan penganggaran pada tahun berikutnya.

 

“Kami berharap beban biaya pendidikan masyarakat berpenghasilan rendah dapat berkurang, sekaligus mendukung upaya menekan angka putus sekolah di Kota Bogor secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB