Mata Pena News – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lima bendungan yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Jumat (10/7/2026). Prosesi peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Menjelang kunjungan kepala negara, sebanyak 1.150 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan. Kesiapan pengamanan ditandai dengan apel gelar pasukan yang berlangsung di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, dan dipimpin Komandan Korem 162/Wira Bhakti, Brigjen TNI Moch Sjasul Arief, selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan Wilayah.
Dalam arahannya, Brigjen TNI Moch Sjasul Arief menekankan pentingnya peningkatan kewaspadaan seluruh personel terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran kunjungan Presiden.
“Seluruh personel diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan, mulai dari hambatan di jalur VVIP, aksi provokasi, penyebaran hoaks, hingga faktor cuaca. Setiap satuan diminta menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk jalur evakuasi dan unsur cadangan, sehingga setiap perkembangan situasi dapat direspons secara cepat, tepat, dan terukur,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberhasilan pengamanan tidak hanya bergantung pada jumlah personel yang diterjunkan, tetapi juga pada kemampuan seluruh unsur dalam merespons dinamika situasi melalui koordinasi yang cepat, tepat, dan terintegrasi.
Sementara itu, Komandan Kodim 1606/Mataram, Kolonel Inf Nyarman, selaku Komandan Subsatgas Bendungan Meninting, memastikan seluruh personel yang bertugas telah menjalani pengecekan kesiapan sebelum pelaksanaan pengamanan.
“Kami memastikan seluruh personel yang tergabung dalam Subsatgas Bendungan Meninting telah melaksanakan pengecekan kesiapan, mulai dari kekuatan personel, pengamanan area, hingga pola koordinasi dengan seluruh unsur terkait.
Kami berkomitmen memberikan pengamanan terbaik agar seluruh rangkaian kunjungan kerja Bapak Presiden Prabowo di lokasi Bendungan Meninting dapat berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif,” ujarnya.
Nyarman juga menegaskan pentingnya komunikasi yang efektif serta koordinasi yang solid antarunsur pengamanan selama agenda Presiden berlangsung.
“Keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat di lapangan, tetapi juga oleh soliditas komunikasi dan sinergi antar satgas. Oleh karena itu, seluruh personel diminta menjaga disiplin, profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan,” katanya.
Pengerahan 1.150 personel gabungan merupakan bagian dari upaya memastikan seluruh rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto di NTB berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat.
Selain mengamankan jalur VVIP, aparat juga menyiapkan berbagai skenario antisipasi, termasuk penanganan kondisi darurat, pengaturan arus lalu lintas, pengamanan objek vital, serta koordinasi lintas instansi apabila terjadi perkembangan situasi di lapangan.
Red














