PRABUMULIH | Mata Pena News – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui jalur prestasi yang menggunakan sistem pembobotan nilai dan peringkat kembali menjadi sorotan publik. Polemik yang hampir setiap tahun muncul terkait sulitnya akses masuk ke sekolah-sekolah favorit mendorong berbagai elemen masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap proses seleksi.
Menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut, Ketua LSM Aliansi Prabumulih Menggugat (APM), Adi Susanto, bersama Sekretaris Jenderal Rendi Barlendo, melakukan audiensi dengan pihak SMAN 3 Prabumulih guna memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026.
Kedatangan rombongan APM disambut langsung oleh Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, didampingi Wakil Kepala Sekolah Alen Aliska. Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dan konstruktif, dengan membahas sejumlah masukan terkait pelaksanaan SPMB.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, SMAN 3 Prabumulih membuka data penerimaan peserta didik baru kepada tim APM. Langkah tersebut dinilai menjadi bukti transparansi sekolah dalam menjawab berbagai pertanyaan dan keraguan masyarakat mengenai proses seleksi.
Kepala SMAN 3 Prabumulih, Freni Listiyan, menjelaskan bahwa mekanisme serta persentase kuota penerimaan di sekolah yang dipimpinnya berbeda dengan SMA negeri lainnya karena berstatus sebagai sekolah berasrama berdasarkan Surat Keputusan Gubernur.
“Status sekolah berasrama membuat mekanisme dan kuota penerimaan memiliki ketentuan tersendiri. Pada SPMB tahun ini terdapat empat siswa dari luar Kota Prabumulih yang diterima melalui jalur prestasi dan mereka akan tinggal di asrama yang telah disiapkan sekolah,” jelas Freni.
Ia juga menambahkan bahwa sekolah memiliki komitmen membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu yang diterima melalui jalur afirmasi.
“Untuk siswa penerima KIP maupun PKH yang dinyatakan lulus, sekolah berupaya meringankan beban orang tua, salah satunya melalui bantuan seragam yang berasal dari para alumni,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua LSM APM, Adi Susanto, menyampaikan apresiasinya atas sikap terbuka pihak sekolah. Menurutnya, transparansi data menjadi salah satu indikator penting dalam menciptakan proses SPMB yang akuntabel.
“Kami hadir untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan. Salah satu poin yang kami tekankan adalah keterbukaan data, dan hari ini kami melihat langsung bahwa pihak sekolah telah membuka data tersebut secara transparan,” tegas Adi.
Meski demikian, APM tetap menyoroti sistem pembobotan nilai pada jalur prestasi yang dinilai masih menjadi sumber keluhan masyarakat.
“Hampir setiap tahun persoalannya sama. Banyak masyarakat yang merasa kesulitan masuk ke sekolah unggulan karena sistem pembobotan nilai dan peringkat. Masukan ini akan kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sebagai bahan evaluasi agar ke depan sistem SPMB semakin adil dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh calon peserta didik,” katanya.
Audiensi ditutup dengan komitmen bersama antara pihak sekolah dan LSM APM untuk terus menjaga integritas, meningkatkan transparansi, serta mendukung penyelenggaraan SPMB yang objektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Devie














