Mutiara Hikmah BES: Mengajak Takwa dengan Rendah Hati
Mata Pena News
Rabu, 8 Juli 2026
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَإِذَا قِيلَ لَهُ اتَّقِ اللَّهَ أَخَذَتْهُ الْعِزَّةُ بِالْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ الْمِهَادُ
“Dan apabila dikatakan kepadanya, ‘Bertakwalah kepada Allah,’ bangkitlah kesombongannya untuk berbuat dosa. Maka cukuplah baginya Neraka Jahanam. Dan sungguh, itulah seburuk-buruk tempat tinggal.”
(QS. Al-Baqarah: 206)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْرِي نَفْسَهُ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ رَءُوفٌ بِالْعِبَادِ
“Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.”
(QS. Al-Baqarah: 207)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia adalah musuh yang nyata bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 208)
Melalui tadabur secara OST JUBEDIL (Objektif, Sistematis, Toleran, Jujur, Benar, dan Adil),
Ketiga ayat tersebut mengingatkan bahwa dakwah dimulai dari ketakwaan diri sendiri, dilanjutkan dengan keikhlasan berkorban demi meraih ridha Allah,
Kemudian diwujudkan dengan mengamalkan Islam secara menyeluruh.
Dari pemahaman tersebut lahirlah sebuah gagasan untuk membangun Komunitas Indonesia Bertakwa (KIB) sebagai wadah dakwah dan pembinaan masyarakat agar semakin bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Gagasan ini merupakan ikhtiar manusia yang harus senantiasa terbuka terhadap nasihat, ilmu, dan musyawarah.
Perjalanan dakwah sepanjang sejarah menunjukkan bahwa setiap ajakan menuju kebaikan sering kali menghadapi penolakan.
Namun, seorang mukmin tidak boleh membalas kesombongan dengan kesombongan. Dakwah harus tetap dilakukan dengan hikmah, kesabaran, kasih sayang, dan keteladanan.
Sebagaimana firman Allah:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(QS. Al-Baqarah: 218)
Ayat ini mengajarkan tiga pilar penting kehidupan seorang mukmin, yaitu iman, hijrah, dan jihad. Hijrah berarti meninggalkan segala yang dilarang Allah menuju ketaatan
Sedangkan jihad mencakup perjuangan memperbaiki diri, berdakwah dengan hikmah, beramal saleh, bekerja secara jujur, serta berkorban di jalan Allah sesuai tuntunan syariat.
Mengajak manusia bertakwa adalah kemuliaan.
Namun, orang yang mengajak pun harus tetap rendah hati. Jangan merasa diri paling benar, karena hidayah adalah hak Allah semata. Tugas kita hanyalah berikhtiar menyampaikan kebenaran dengan akhlak yang mulia.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beriman, berhijrah menuju kebaikan, berjihad di jalan-Nya, dan memperoleh rahmat serta ridha-Nya. Aamiin.
Wallahu a’lam bish-shawab
Salah jihad
BES (Brother Eggi Sudjana)














