Jepara | Mata Pena News – Tradisi tahunan masyarakat pesisir, Pesta Lomban, kembali digelar pada tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian Pekan Syawalan. Acara ini menjadi puncak perayaan yang berlangsung setiap tanggal 8 Syawal atau sekitar satu minggu setelah Idul Fitri.
Pesta Lomban merupakan warisan budaya yang awalnya berakar dari tradisi sedekah laut. Seiring waktu, kegiatan ini berkembang menjadi perayaan bersama masyarakat Jepara yang tidak hanya bernilai spiritual, tetapi juga sosial dan budaya.
Rangkaian Acara Dimulai 27 Maret
Perayaan tahun ini diawali pada Jumat, 27 Maret 2026, dengan arak-arakan kerbau bule. Hewan tersebut diarak dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu menuju Rumah Potong Hewan (RPH) di Jobokuto untuk disembelih sebagai bagian dari prosesi adat.
Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026. Dalam prosesi ini, kepala kerbau yang telah disembelih akan dilarung ke tengah laut sebagai simbol rasa syukur dan doa keselamatan bagi para nelayan.
Festival Kupat dan Lepet Meriahkan Pantai
Selain ritual utama, kemeriahan juga terlihat dalam Festival 1.447 kupat dan lepet yang digelar di kawasan Pantai Kartini. Ribuan makanan tradisional tersebut dibagikan dan diperebutkan oleh masyarakat, menciptakan suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Perkuat Solidaritas dan Edukasi Budaya
Pesta Lomban tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antarwarga. Tradisi ini sekaligus menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya lokal.
Dengan perpaduan nilai religius, budaya, dan pariwisata, Pesta Lomban terus menjadi salah satu ikon tradisi pesisir yang dinantikan setiap tahunnya di Jepara.
Yuda














