OTT KPK di Cilacap: Bupati dan Sekda Diperiksa Intensif di Jakarta, 13 Pejabat Ikut Diamankan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 10:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan intensif terhadap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Sadmoko Danardono, setelah keduanya terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah tersebut.

Keduanya tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta pada Sabtu (14/3/2026) sekitar pukul 02.35 WIB bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa dari total 27 orang yang diamankan dalam operasi tersebut, sebanyak 13 orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pendalaman perkara.

“Dari 27 orang yang diamankan di lokasi, 13 orang dibawa ke Jakarta. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK sekitar pukul 02.35 WIB. Para pihak tersebut terdiri dari bupati, sekda, serta sejumlah pejabat struktural di lingkungan Pemkab Cilacap. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan intensif,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta,hari ini (sabtu)

Baca Juga:  18 Pejabat Dilantik Prabowo, Suyudi Ario Seto Resmi Jadi Kapolri Baru

Sebelum diberangkatkan ke ibu kota, rombongan pejabat tersebut sempat menjalani pemeriksaan awal di Satreskrim Polresta Banyumas. Mereka kemudian diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto menuju Stasiun Gambir menggunakan Kereta Api Purwojaya pada Jumat (13/3/2026) sekitar pukul 21.05 WIB dengan pengawalan tim KPK.

Selain Bupati Syamsul dan Sekda Sadmoko, sejumlah pejabat lain yang turut dibawa antara lain tiga asisten daerah yang membidangi pemerintahan, perekonomian, dan administrasi. KPK juga mengamankan beberapa kepala dinas strategis,

Termasuk Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air.
KPK memastikan tidak ada unsur wakil bupati yang ikut diamankan dalam operasi tersebut.

OTT ini diduga berkaitan dengan praktik korupsi dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap. Penyidik menduga adanya penerimaan suap atau gratifikasi oleh bupati terkait sejumlah proyek yang sedang berjalan di daerah tersebut.

Baca Juga:  POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Dalam operasi tersebut, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai. KPK masih mendalami asal-usul serta peruntukan uang tersebut, termasuk kemungkinan kaitannya dengan aliran dana proyek maupun pemberian Tunjangan Hari Raya (THR).

“Barang bukti yang diamankan dalam peristiwa tertangkap tangan ini salah satunya berupa uang tunai dalam rupiah. Saat ini masih kami dalami lebih lanjut,” kata Budi.

Hingga saat ini, KPK masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pihak yang diamankan. Lembaga antirasuah tersebut memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut

Yuda/Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB