CIBINONG | Mata Pena News – Bupati Rudy Susmanto menyatakan dukungannya terhadap pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di TPA Galuga sebagai upaya jangka panjang mengatasi persoalan sampah di wilayah Kabupaten Bogor dan sekitarnya.
Komitmen tersebut disampaikan Rudy saat memimpin rapat koordinasi bersama sejumlah perangkat daerah untuk menindaklanjuti pembahasan sebelumnya dengan Pemerintah Kota Bogor dan pihak terkait mengenai penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu di kawasan Bogor Raya, Kamis (12/3/2026) malam.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor membahas langkah-langkah strategis guna menyelaraskan kebijakan pengelolaan sampah antarwilayah serta mendorong penerapan teknologi modern sebagai solusi berkelanjutan terhadap meningkatnya volume sampah.
Rudy menjelaskan, pihaknya juga telah memperoleh informasi mengenai perkembangan proyek pengolahan sampah menjadi listrik di TPA Galuga. Proyek tersebut telah melalui proses tender internasional yang diikuti puluhan perusahaan dari berbagai negara.
“Teknologi waste to energy diharapkan dapat mengubah sampah yang selama ini menjadi persoalan lingkungan menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Rudy.
Menurutnya, dari total 24 perusahaan yang mengikuti tender, sebagian besar berasal dari China, sementara sisanya dari Jepang dan Eropa. Proses tersebut akhirnya dimenangkan oleh salah satu perusahaan asal China yang akan mengerjakan proyek tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah itu dapat dimulai pada 2026 melalui tahap peletakan batu pertama (groundbreaking). Proyek tersebut diperkirakan selesai paling cepat pada akhir 2027 dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.
Selain mengolah sampah baru, fasilitas ini juga direncanakan mampu memproses timbunan sampah lama di TPA Galuga secara bertahap dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun ke depan.
Rudy menambahkan, keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga mendorong pengembangan kawasan sekitar Galuga menjadi pusat pengelolaan sampah modern yang lebih bersih dan ramah lingkungan, termasuk wilayah Cigombong.
Rudy














