Demo Memanas, Di Banjarnegara .Kades Diserang Massa, Kacamata Hancur dan Baju Robek!!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:27 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Kericuhan terjadi dalam aksi demonstrasi di Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026). Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang dikenal dengan sapaan Hoho Alkaf, menjadi korban pengeroyokan setelah menemui massa aksi yang berunjuk rasa.

Aksi tersebut diikuti ratusan anggota LSM yang menuntut agar hasil penjaringan perangkat desa dibatalkan. Massa menilai proses seleksi yang telah sampai tahap pengumuman perlu dihentikan dan diulang kembali. Namun tuntutan itu memicu ketegangan ketika pemerintah desa tetap bersikukuh mempertahankan hasil seleksi yang dianggap sudah sesuai aturan.

Kronologi Insiden

Ketegangan memuncak ketika Hoho mencoba meninggalkan area balai desa. Saat itulah sejumlah orang dari kerumunan tiba-tiba menyerbu dan melakukan pengeroyokan.

Baca Juga:  Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Dalam pernyataannya melalui media sosial, Hoho mengungkapkan kondisi yang dialaminya setelah insiden tersebut.

“Saya hendak keluar dari balai desa, tetapi langsung diserang oleh beberapa orang. Kacamata saya pecah dan baju saya sampai robek,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa aksi demonstrasi dipicu kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos seleksi perangkat desa. Meski mendapat tekanan dari massa, pemerintah desa menolak membatalkan hasil yang telah ditetapkan.

“Semua proses penjaringan sudah berjalan sesuai prosedur. Tidak bisa dibatalkan hanya karena ada tekanan,” tegasnya.

Soroti Pengamanan dan Rencana Langkah Hukum

Selain mengecam tindakan anarkis tersebut, Hoho juga menyoroti pengamanan di lokasi aksi. Ia menilai aparat kepolisian kurang sigap dalam mengendalikan situasi ketika massa mulai bertindak agresif.

Baca Juga:  tes

Akibat kejadian itu, Hoho berencana mengambil langkah hukum. Ia menyatakan akan melaporkan oknum aparat yang bertugas saat insiden terjadi ke Divisi Profesi dan Pengamanan Polri atas dugaan kelalaian dalam pengamanan.

Bantah Isu Dicopot dari Jabatan

Di tengah polemik yang berkembang, sempat beredar kabar bahwa Hoho dicopot dari jabatannya karena tato di tubuhnya. Namun kabar tersebut dipastikan tidak benar.

Hoho tetap aktif menjalankan tugas sebagai kepala desa dan bahkan menjalin komunikasi dengan Agus Andrianto terkait penguatan program ketahanan pangan di desa.

Saat ini Pemerintah Desa Purwasaba tengah fokus mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), terutama usaha peternakan ayam petelur yang mampu menghasilkan ribuan butir telur setiap hari untuk meningkatkan perekonomian warga

Yuda

Penulis : Yuda

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB