Viral ! Kades Purwasaba di Kroyok LSM

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 12:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Mata Pena News – Aksi demonstrasi di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, berujung ricuh. Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa, Selasa (11/3).

Peristiwa itu terjadi saat Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah aksi demonstrasi yang diikuti ratusan anggota LSM. Awalnya, aksi berlangsung tertib. Namun situasi berubah memanas ketika massa mulai mendesak agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan.

Dalam keterangannya melalui media sosial pribadi, Hoho menyebut dirinya tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa. Akibat insiden tersebut, kacamata yang dikenakannya pecah dan pakaian yang ia pakai robek.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

“Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok. Kacamata saya pecah dan baju saya robek,” ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.

Hoho juga menyoroti sikap aparat keamanan yang dinilai tidak sigap mengendalikan situasi. Ia menilai aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal saat kericuhan terjadi. Ia bahkan berencana melaporkan oknum aparat yang bertugas saat kejadian tersebut ke Propam Mabes Polri.

Menurut Hoho, aksi demonstrasi tersebut dipicu oleh kekecewaan salah satu anggota LSM yang tidak lolos dalam proses penjaringan perangkat desa. Massa menuntut agar tahapan seleksi yang sudah sampai pada tahap pengumuman hasil dibatalkan dan diulang kembali.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Namun permintaan itu ditolak pemerintah desa karena proses penjaringan disebut telah dilakukan sesuai prosedur dan aturan yang berlaku. Hoho menegaskan tidak akan membatalkan hasil seleksi perangkat desa hanya karena tekanan dari pihak tertentu. Ia juga meminta perlindungan hukum atas insiden yang dialaminya.

“Proses penjaringan perangkat desa sudah sesuai mekanisme. Tidak mungkin dibatalkan hanya karena tekanan,” tegasnya.

Insiden tersebut kini menjadi perbincangan luas di media sosial, terutama karena Hoho dikenal sebagai kepala desa yang cukup aktif membuat konten dan kerap viral di berbagai platform digital. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pengeroyokan tersebut.

Yuda

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB