Menakar Implikasi Konflik Timur Tengah: Pakar UPER Soroti Pergeseran Geopolitik Global dan Mitigasi Bagi Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Serangan Amerika Serikat dan Israel di sejumlah wilayah Iran sejak 28 Februari 2026 mulai menekan stabilitas ekonomi serta pasokan energi global. Eskalasi konflik tersebut mendorong lonjakan harga minyak dunia, khususnya minyak Brent yang menjadi acuan harga minyak internasional.

Dari sebelumnya sekitar USD 62 per barel pada awal tahun, harga minyak Brent kini meningkat hingga mencapai USD 85–91 per barel.

Iran memiliki posisi strategis dalam sistem energi global. Salah satu titik paling krusial adalah Selat Hormuz, yakni jalur logistik energi yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Ancaman penutupan selat tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak secara ekstrem serta krisis pasokan energi internasional yang dapat mendorong inflasi global dan meningkatkan tekanan fiskal bagi negara-negara pengimpor energi.

Pakar ketahanan nasional dan geopolitik energi sekaligus dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina (UPER), Dr. Ian Montratama, S.E., M.E.B., M.Si. (Han), menjelaskan bahwa konflik Timur Tengah tersebut merupakan ancaman tidak langsung yang bersifat multidimensional.

Dr. Ian Montratama menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Intelijen TNI Angkatan Udara (Rakor Intelau) di Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau).
Dr. Ian Montratama menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Intelijen TNI Angkatan Udara (Rakor Intelau) di Markas Besar TNI Angkatan Udara (Mabesau).

“Meski Indonesia tidak terlibat secara geografis maupun militer, blokade de facto oleh Iran berpotensi mengganggu pasokan energi hingga kawasan Asia Tenggara.

Dalam kondisi krisis akibat kepanikan pasar global, harga minyak bahkan dapat melonjak hingga USD 150–200 per barel. Situasi ini tidak hanya mengancam ketahanan energi nasional, tetapi juga menekan kedaulatan ekonomi,” ungkap Dr. Ian.

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Kenaikan harga energi global juga berpotensi menimbulkan efek berantai terhadap perekonomian domestik. Peningkatan harga minyak umumnya diikuti oleh kenaikan biaya transportasi, logistik, serta harga pangan yang pada akhirnya dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

Selain berdampak pada sektor ekonomi dan energi, konflik tersebut juga memicu dinamika geopolitik global yang lebih luas. Situasi ini membuka ruang bagi kekuatan besar lain, seperti Tiongkok dan Rusia yang mendukung Iran, untuk memperluas pengaruhnya di kawasan Timur Tengah.

“Akibatnya, terjadi pergeseran tatanan global dari sistem unipolar menuju multipolar. Dalam kondisi ini, stabilitas global tidak lagi didominasi oleh satu kekuatan besar, melainkan dipengaruhi oleh dinamika aliansi strategis antarnegara. Hal ini menjadikan kawasan Timur Tengah semakin strategis sebagai pusat rivalitas kekuatan global,” jelas Dr. Ian.

Di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global, Dr. Ian menilai Indonesia perlu memperkuat strategi mitigasi untuk menghadapi dinamika tersebut.

Dalam jangka pendek, pemerintah perlu menyiapkan kebijakan stabilisasi ekonomi, termasuk memperkuat jaring pengaman fiskal untuk meredam dampak inflasi energi.

Dari sisi diplomasi, Presiden diharapkan mengambil inisiatif seruan deeskalasi melalui Board of Peace (BoP), ASEAN, serta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, pemerintah juga perlu segera mematangkan rencana kontingensi evakuasi warga negara Indonesia (WNI) dari negara-negara di kawasan Teluk.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Sementara dalam jangka panjang, pemerintah perlu merancang ketahanan nasional yang berbasis pada kemandirian teknologi pertahanan dan industri,

Termasuk pengembangan alat utama sistem senjata (alutsista) yang tidak bergantung pada pihak asing. Pemerintah juga perlu memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui diversifikasi sumber impor energi serta percepatan transisi menuju energi alternatif.

“Situasi global saat ini menjadi pengingat bahwa kedaulatan ekonomi, energi, dan geopolitik merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Indonesia perlu memperkuat kemandirian energi sekaligus menjaga prinsip diplomasi bebas aktif di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Sebagai institusi pendidikan, Universitas Pertamina dapat berperan sebagai pionir riset dalam pengembangan kemandirian energi serta pembangunan kekuatan jaringan siber berbasis Artificial Intelligence (AI). Rekomendasi berbasis riset menjadi sangat penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pihak asing,” tutup Dr. Ian.

Universitas Pertamina melalui Program Studi Hubungan Internasional terus mendorong kajian strategis terkait geopolitik global, diplomasi, dan ketahanan energi melalui pendidikan serta riset. Informasi pendaftaran dapat diakses melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/

Irawan

Penulis : Irawan

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB