Kuliah Umum USB Bandung Berubah Jadi Alarm Bahaya, MS Kaban: Bencana Ekologi Bukti Tatakelola Negara Gagal

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung | Mata Pena News – Kuliah Umum Universitas Sangga Buana (USB) Bandung, Kamis (29/1/2025), berubah menjadi panggung peringatan keras atas rusaknya lingkungan, bobroknya tata kelola negara, dan masa depan Indonesia yang dinilai kian suram.

Di hadapan ratusan mahasiswa, Dr. MS Kaban secara terbuka menyebut Jawa Barat berada dalam kondisi “disaster” akibat kebijakan negara yang merusak alam dan mengkhianati generasi muda.

Acara yang dihadiri ratusan mahasiswa ini menghadirkan tokoh-tokoh nasional: Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo, Dr. Refly Harun, Rocky Gerung, dengan Hersubeno Arif sebagai moderator.

Kaban menegaskan bahwa Jawa Barat bukan sekadar rawan bencana, tetapi sudah hidup dalam era climate disaster—fase kehancuran ekologis akibat eksploitasi brutal dan kebijakan yang ia sebut “babak belur”.

“Alam Jawa Barat itu disaster. Jangan lagi bicara optimisme kosong. Yang akan menanggung semua ini adalah generasi muda,” tegas Kaban.

Ia mengkritik keras narasi “Indonesia Emas” yang kerap digaungkan elite kekuasaan. Menurutnya, jargon itu berpotensi besar berubah menjadi “Indonesia Cemas”, karena kerusakan lingkungan dan krisis iklim diwariskan tanpa tanggung jawab.

Baca Juga:  HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Ziarah ke Makam Mantan Bupati Bogor dan Gelar Aksi Sosial

Dalam pemaparannya, Kaban membeberkan penyusutan kawasan hutan nasional yang dinilainya sangat mencurigakan. Ia menyebut, dalam satu dekade terakhir, puluhan juta hektare kawasan hutan hilang tanpa penjelasan terbuka kepada publik.

“Pertanyaannya sederhana: 27 juta hektare itu dipakai untuk apa? Apakah rakyat pernah diberi tahu?” ujarnya.

Kaban juga menyoroti tambang-tambang ilegal, khususnya tambang emas, yang menurutnya dibiarkan beroperasi bertahun-tahun tanpa penindakan. Ia menyinggung tragedi tambang di Sumatra Utara yang menelan korban jiwa besar, namun hingga kini nyaris tanpa pertanggungjawaban.

Tak berhenti di situ, Kaban menyerang kebijakan pemerintah yang mencabut izin 28 perusahaan di Sumatra, namun tetap membiarkan mereka beroperasi.

“Izin dicabut tapi operasi jalan terus. Ini logika apa? Ini bukan penegakan hukum, ini penglegalan kejahatan,” katanya tajam.

Baca Juga:  HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Ziarah ke Makam Mantan Bupati Bogor dan Gelar Aksi Sosial

Di hadapan civitas akademika, Kaban juga melontarkan kritik keras terhadap kondisi demokrasi Indonesia yang dinilainya telah dibajak elite.

Demokrasi hari ini hanya milik kaum elit. Yang menderita kaum alit. Rakyat kecil hanya jadi korban kebijakan,” ucapnya.

Ia bahkan mempertanyakan arah kepemimpinan nasional dan praktik politik dinasti yang menurutnya menghilangkan harapan regenerasi kepemimpinan.

Menutup pidatonya, Kaban mengajak mahasiswa untuk tidak tunduk pada narasi palsu pembangunan. Ia menyerukan perlawanan intelektual dan moral terhadap kebijakan yang merusak alam dan masa depan.

“Kita hidup di era bencana karena kesalahan manusia sendiri. Kalau dunia akan hancur, tanam benih. Tanam harapan. Tanam perlawanan terhadap kebijakan yang membangun petaka,” pungkasnya.

Kuliah umum ini menegaskan posisi kampus sebagai ruang kritik, sekaligus menjadi alarm keras bahwa krisis lingkungan dan demokrasi bukan lagi ancaman masa depan, melainkan kenyataan hari ini.

(Red)

Berita Terkait

HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Ziarah ke Makam Mantan Bupati Bogor dan Gelar Aksi Sosial
Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kota Bogor Dibuka, Musda XI Digelar 31 Juli 2026
PAN Prabumulih Perkuat Konsolidasi, Target Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029
PAN Prabumulih Perkuat Konsolidasi, Target Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029
Regenerasi Kepemimpinan Menguat, Alumni Muda Warnai Kepengurusan PA GMNI Kota Bogor
Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Demokrat Bogor, Ratusan Warga Antusias Ikuti Cek Kesehatan Gratis
Satpol PP Turun Tangan, Sidak kafe di Bogor Pascaviral Dugaan Keributan
Outsourcing Dibatasi Lagi! Permenaker 7/2026 Usai May Day: Solusi Nyata atau Sekadar Redam Protes Buruh?
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:22 WIB

HUT ke-62 Golkar, Jaro Ade Ziarah ke Makam Mantan Bupati Bogor dan Gelar Aksi Sosial

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:05 WIB

Pendaftaran Calon Ketua DPD Golkar Kota Bogor Dibuka, Musda XI Digelar 31 Juli 2026

Senin, 27 Juli 2026 - 10:03 WIB

PAN Prabumulih Perkuat Konsolidasi, Target Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:27 WIB

PAN Prabumulih Perkuat Konsolidasi, Target Tembus Tiga Besar pada Pemilu 2029

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:21 WIB

Regenerasi Kepemimpinan Menguat, Alumni Muda Warnai Kepengurusan PA GMNI Kota Bogor

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB