Tingkatkan Kualitas Budidaya Ikan, Mahasiswa UPER Rancang Teknologi Pakan Cerdas

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

Jakarta | Mata Pena News – Di Indonesia, ikan lele merupakan salah satu sumber pangan yang telah mengakar kuat dalam konsumsi sehari-hari masyarakat, mulai dari warung makan skala kecil hingga rumah tangga. Tingginya tingkat konsumsi ini sejalan dengan kinerja sektor budidaya, di mana produksi nasional lele pada tahap pembesaran mencapai 1.157.755 ton pada tahun 2024. Capaian tersebut menempatkan ikan lele sebagai komoditas budidaya air tawar terbesar kedua di Indonesia setelah ikan nila (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2024).

Di balik tingginya tingkat produksi dan peran strategis ikan lele dalam sistem pangan nasional, potensi besar yang menjadi tulang punggung ekonomi pembudidaya ikan ini masih dihadapkan pada berbagai tantangan struktural. Kehilangan dan pemborosan pangan ikan (aquatic food loss and waste) secara global diperkirakan mencapai 14–15% dari total produksi perikanan, yang terutama dipicu oleh persoalan teknis, lemahnya manajemen produksi, serta kendala distribusi (World Economic Forum, 2024).

 

Menjawab tantangan tersebut, Adelard Zafri Ramadhan dan M. Syaifullah Yusuf Habibi, mahasiswa Teknik Elektro Universitas Pertamina (UPER), merancang teknologi Smart Feeding System berbasis Internet of Things (IoT), yaitu sistem yang memungkinkan alat saling terhubung dan bekerja secara otomatis. Teknologi ini dikembangkan untuk mengatasi permasalahan utama dalam budidaya ikan, khususnya ketidakefisienan pemberian pakan serta keterbatasan pemantauan kondisi kolam secara langsung dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Bupati Jepara Undang Seluruh Ketua BUMDes se-Kabupaten Jepara di Pendapa Kartini, Gelar Temu Bisnis Bersama Pelaku Usaha Strategis

“Berdasarkan hasil riset kami, keterlambatan serta kelebihan pemberian pakan ikan dapat menyebabkan ketidaksempurnaan nutrisi yang didapatkan pada ikan. Serta jika terjadi kelebihan pakan maka sisa pakan akan mencemari air, hasilnya akan berdampak pada ikan yang sakit dan mati,” ungkap Adelard.

Prototipe Smart Feeding System ini menggunakan berbagai perangkat yang saling terhubung, seperti alat pengendali utama, sensor untuk membaca kualitas air, serta penggerak pakan. Seluruh sistem terhubung dengan aplikasi digital Blynk, sehingga pemberian pakan ikan dapat dilakukan secara otomatis. Melalui aplikasi tersebut, pembudidaya dapat memantau kondisi kolam—termasuk tingkat keasaman air—dan mengendalikan sistem dari jarak jauh secara lebih mudah dan terkontrol.

“Dalam tahap pengujian, sistem mampu menjaga kualitas air kolam tetap stabil pada pH 6,5–8,0, yang aman bagi ikan, serta menjalankan pemberian pakan secara tepat sesuai perintah dari aplikasi. Setiap perintah dapat langsung dijalankan oleh alat, sehingga proses pemberian pakan menjadi lebih teratur, responsif, dan mudah dikendalikan,” tambah Adel

Inovasi tersebut dipamerkan dalam Innovation and Design Exhibition of Electrical Engineering (IDEEE) 2026. IDEEE sendiri merupakan pameran teknologi inovasi karya mahasiswa Teknik Elektro UPER. Pada tahun 2026 pameran tersebut menampilkan sejumlah karya mahasiswa dari dua mata kuliah yaitu Mikrokontroler sejumlah 10 kelompok dan Capstone Desain sejumlah 12 kelompok.

Baca Juga:  Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

“Pameran IDEEE menjadi wadah bagi mahasiswa menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan nyata. Melalui mata kuliah Capstone Design di Program Studi Teknik Elektro Universitas Pertamina, mahasiswa mengintegrasikan keilmuan teknis, kebutuhan masyarakat, dan perspektif keberlanjutan. Sebanyak sembilan karya inovatif turut dipamerkan, mulai dari sistem pemungutan sampah otomatis berbasis PLTS hingga smart portable electric cooler box untuk transplantasi organ,” pungkas Muhammad Abdillah, S.T., M.T., Dr. Eng., Ketua Program Studi Teknik Elektro UPER.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., yang hadir dalam kegiatan tersebut turut memberikan apresiasi terhadap inovasi karya mahasiswa.

“Selama satu dekade berdiri, Universitas Pertamina berkomitmen menjadi kampus energi dan teknologi yang menjadi pusat inovasi dan keberlanjutan. Komitmen ini sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam pengembangan teknologi yang berorientasi pada efisiensi energi, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat,” tutup Prof. Wawan.

Universitas Pertamina terus membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan. Informasi pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id.

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB