PMC dan Indonesia Care Terobos Longsor Sukabumi: Bawa Bantuan, Obati Warga, dan Hangatkan Hati di Tengah Duka

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 15:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sukabumi | Mata Pena News — Derasnya hujan yang mengguyur Kabupaten Sukabumi, Senin (27/10/2025) sore, memicu banjir dan longsor di sejumlah titik. Desa Sukarame, Kecamatan Cisolok, menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah. Sembilan rumah warga rusak berat, lima di antaranya tertimbun material longsor.

Akses menuju Kampung Pamokoan dan Cijangkorang sempat terputus akibat tumpukan tanah, membuat lebih dari 600 jiwa terisolasi selama beberapa hari. Hingga sepekan pascakejadian, jalur menuju pemukiman masih sulit dilalui karena longsor susulan yang kerap terjadi saat hujan turun.

Sebagai wujud kepedulian, Pers Motor Club (PMC) bersama Indonesia Care dan sejumlah relawan turun langsung ke lokasi pada Jumat (7/11/2025). Mereka menyiapkan dapur umum di Kampung Cikahuripan dan menyalurkan bantuan logistik serta layanan kesehatan gratis bagi warga terdampak.

Dengan sepeda motor dan satu unit ambulans, tim relawan menembus jalan licin dan terjal di tengah ancaman longsor. Bantuan yang dibawa mencakup kebutuhan pokok, perlengkapan perempuan dan bayi, serta obat-obatan. Suasana haru menyelimuti warga yang menyambut kedatangan tim. Anak-anak pun tampak ceria saat mengikuti kegiatan trauma healing.

“Hari ini kami kirimkan bantuan hasil donasi dari berbagai pihak. Walau tak seberapa, semoga bisa menguatkan hati warga di tengah musibah ini,” ujar Presiden PMC, Billy Adhyaksa, yang turut menyerahkan bantuan secara langsung.

Baca Juga:  tes

Billy menegaskan, aksi tersebut merupakan kolaborasi kemanusiaan antara PMC, organisasi wartawan, lembaga sosial, dan sektor swasta seperti Eiger Adventure Land, BAZNAS, dan Indonesia Care. “PMC siap menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana,” katanya.

Tak berhenti di situ, pada Sabtu (8/11/2025), PMC kembali menyalurkan bantuan tahap dua bersama unsur media seperti PWI Kota Bogor, PWI Kabupaten Bogor, SMSI Bogor Raya, dan PWI Peduli Sukabumi, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dan sejumlah mitra sosial lainnya.

Bantuan lanjutan mencakup bahan pangan, perlengkapan bayi dan perempuan, serta dukungan tenaga medis. “PMC akan terus berupaya membantu masyarakat terdampak. Semoga bantuan ini bermanfaat dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula,” tambah Billy.

Langkah kolaboratif ini menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diusung PMC dalam setiap kegiatan sosialnya. Melalui pendekatan ini, PMC berkomitmen memperkuat ketahanan sosial dan mempercepat pemulihan pascabencana.

Menurut data BPBD Kabupaten Sukabumi, bencana banjir dan longsor tersebut berdampak pada lebih dari 3.700 jiwa di tiga kecamatan. Sebanyak 37 warga mengungsi, ratusan rumah dan fasilitas publik rusak, serta beberapa jembatan utama di Desa Cikahuripan dan ruas Cempakaratu–Cipedes terputus.

Baca Juga:  Wabup Ibnu Hajar: Terima Kasih Atas Pengabdian AKBP Hadi Kristanto untuk Jepara, Selamat Datang Kapolres Baru AKBP Keris Aji Wibisono

Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana sejak 27 hingga 31 Oktober 2025. Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) bersama instansi terkait kini tengah memperbaiki infrastruktur vital secara bertahap.

Selain logistik, Indonesia Care juga menyalurkan bantuan medis berupa vitamin, antibiotik, antihistamin, salep, dan obat penyakit kronis. Tambahan obat diberikan oleh dr. Suhendra, mencakup paracetamol, calortusin, arkavit, loperamide, dan CTM.

Tim medis yang dipimpin Mohammad Syahri (Bang Choy) bergerak dari rumah ke rumah memberikan pelayanan kesehatan. dr. Dindana Caesarea dan Indri Retno Putranti turut turun langsung memeriksa warga di pelosok, sementara dr. Dayang Indah Milennia Komalasari dan Faza Ahluna berjaga di pos utama.

“Bagi kami, kepedulian tidak mengenal cuaca, lokasi, maupun jarak. Selama masih ada yang membutuhkan, kami akan datang dan berbuat semampu kami,” ujar Indri Retno Putranti dari Indonesia Care.

“Dalam kondisi darurat seperti ini, masyarakat sering menunda berobat karena akses sulit. Kami berusaha memastikan setiap warga tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” tambah dr. Dindana Caesarea.

Aksi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa di tengah duka akibat bencana, semangat gotong royong dan kemanusiaan tetap menyala di Sukabumi.

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB