PWRI Soroti Dampak Sosial PLTP Gunung Salak, BMKG Pastikan Gempa Akibat Tektonik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 22 September 2025 - 17:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor | Mata Pena News — Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya menyoroti dugaan dampak sosial dari keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Star Energy Geothermal di Gunung Salak.

Keprihatinan ini mencuat setelah terjadinya rangkaian gempa pada 20–21 September 2025 di wilayah Bogor–Sukabumi.

Ketua PWRI Bogor Raya, Rohmat Selamet, SH. MKn, menilai pembangunan PLTP yang berlokasi di tiga wilayah administratif — Kabupaten Bogor, Sukabumi, belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar.

“Pembangkit listrik panas bumi di Gunung Salak berdiri megah, namun warga desa sekitar masih menghadapi kesulitan. Dana CSR pun perlu lebih menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Rohmat juga menyebut beberapa desa, seperti Purasari dan Situ Udik, ikut merasakan dampak meski tidak termasuk dalam penerima langsung program bantuan perusahaan

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

Ia mendorong pemerintah daerah dan provinsi meninjau kembali aspek sosial serta distribusi manfaat bagi warga terdampak.

Seorang pekerja di lokasi yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa aktivitas pengeboran memang sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Namun ia menekankan, urusan gempa adalah kewenangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Data Wilayah Kerja
Berdasarkan informasi Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) yang dikelola Star Energy mencakup 10.000 hektare, dengan area eksploitasi awal seluas 228,69 hektare. PLTP Gunung Salak termasuk salah satu yang terbesar di dunia.

Klarifikasi Star Energy dan BMKG
Menanggapi kekhawatiran masyarakat, pihak Star Energy Geothermal menegaskan bahwa gempa yang terjadi tidak berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan. Perusahaan merujuk pada keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut gempa tersebut murni akibat aktivitas tektonik dangkal.

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

“Operasi panas bumi di Lapangan Salak berjalan normal dan diawasi ketat sesuai standar keselamatan pemerintah. Kami menyampaikan empati kepada masyarakat terdampak dan terus berkoordinasi dengan Forkompimcam, BPBD, serta tokoh masyarakat,” tulis manajemen Star Energy dalam klarifikasi resminya.

Perusahaan juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, waspada, dan hanya merujuk pada informasi resmi dari BMKG maupun otoritas berwenang, guna menghindari spekulasi yang tidak akurat.

Harapan untuk Pemerintah
PWRI Bogor Raya berharap keberadaan PLTP Gunung Salak tidak hanya berkontribusi pada pasokan energi nasional, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang lebih merata bagi masyarakat sekitar serta menjaga kelestarian lingkungan.

Red

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB