Mahasiswa UPER Diversifikasi Olahan Singkong, Dongkrak Ekonomi Desa Barengkok

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 18 September 2025 - 17:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, MAta Pena News – Singkong merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia, selain sebagai sumber karbohidrat juga menjadi bahan baku industri pangan hingga energi. Di Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, singkong menjadi tumpuan utama perekonomian warga. Dari lahan pertanian seluas 285 hektar, petani mampu menghasilkan 30–50 kilogram setiap kali panen dengan harga Rp1.350 per kilogram. Sebagian hasil panen diolah menjadi tape secara tradisional, namun minimnya variasi produk membuat olahan Barengkok belum mampu menembus pasar lebih luas sehingga peluang peningkatan pendapatan masyarakat masih terbatas.

Kondisi itu mendorong mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) untuk berinovasi. Melalui program pemberdayaan ekonomi, tim mahasiswa yang terdiri dari Dhandy Satrio Vasya Ritonga, Laudya Gracia Erinne Laurens, Hana Calita Nambela, Nasywa Azaria, dan Muhammad Rafi’ Al Rasyid mengembangkan diversifikasi produk olahan singkong sekaligus memperkenalkan pemasaran digital. Mereka menilai, pola perekonomian yang diwariskan secara turun-temurun menjadi kendala utama kurangnya inovasi, sementara rendahnya literasi kewirausahaan membuat masyarakat sulit bersaing di pasar yang lebih luas.

Baca Juga:  Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry

“Melalui program ini, kami memberikan pelatihan pengolahan singkong menjadi berbagai produk baru, seperti stik crispy, bola ubi, dan keripik singkong, sekaligus pelatihan pemasaran digital sederhana,” kata Dhandy. Tiga produsen singkong dipilih untuk mendapat pendampingan intensif, mulai dari praktik produksi, simulasi penjualan, hingga persiapan mengikuti bazar. Pelatihan juga menekankan standar kebersihan, teknik pengemasan, serta strategi menjaga kualitas produk agar dapat bersaing.

Tim UPER juga memperkenalkan teknik pemasaran digital melalui WhatsApp dan Facebook, serta memberikan pembekalan mengenai perhitungan bahan baku dan biaya produksi. Program ini juga dirancang berkelanjutan dengan menyediakan video tutorial produksi, pendampingan dari produsen berpengalaman, serta pembentukan unit produksi di tingkat dusun. Dengan langkah ini, masyarakat Barengkok diharapkan dapat memperluas pasar olahan singkong sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Baca Juga:  H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.

Hasilnya, ketiga produsen awal yang terlibat berhasil mencapai diversifikasi produk secara penuh dan meraup keuntungan hingga Rp780.000 dalam kegiatan bazar. Untuk memastikan keberlanjutan, tim UPER juga menyediakan modul berisi panduan pembuatan produk serta menyerahkan peralatan masak yang dibutuhkan.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menjelaskan bahwa pada tahun ini Universitas Pertamina menggelar sebanyak 11 program LIGHT UP di Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, yang menjadi salah satu lokasi utama dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui diversifikasi olahan singkong dan pemasaran digital.

“LIGHT UP merupakan kegiatan pengabdian masyarakat rutin Universitas Pertamina yang melibatkan mahasiswa secara langsung. Kegiatan ini mencerminkan keberhasilan mahasiswa dalam menjawab tantangan sehari-hari. Meski sederhana, dengan perencanaan yang matang, program ini memberi dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan inovasi mahasiswa,” ujar Wawan.(*)

Irawan

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB