Cibinong | Mata Pena News – Sebuah forum kajian lintas sektoral bernama Bogor Institut resmi berdiri di Kabupaten Bogor. Forum ini diinisiasi oleh sembilan presidium perintis yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, tokoh budayawan, praktisi hukum, lembaga pers, hingga mahasiswa.
Bogor Institut lahir sebagai wadah kajian akademis dan dialog publik untuk memberikan sumbangsih pemikiran konstruktif bagi pembangunan daerah. Tujuannya, mewujudkan Kabupaten Bogor Istimewah melalui pemikiran yang berkeselarasan antara pemerintah daerah dan masyarakat.
“Forum ini hadir untuk menampung aspirasi dan menciptakan ruang dialog akademis lintas sektor, agar isu-isu strategis bisa dibahas dengan kepala dingin tanpa harus selalu turun ke jalan dengan aksi demonstrasi,” kata salah satu presidium Bogor Institut, Senin (…).
9 Presidium Bogor Institut
Adapun sembilan presidium pendiri Bogor Institut terdiri dari:
- A. Hidayat, ST – Utusan Lembaga
- Andri – Utusan Lembaga
- Baron Alfonso – Utusan Asosiasi Pers
- Rohmat Selamat, SH – Utusan Asosiasi Pers
- Putra Gara – Utusan Tokoh Budayawan
- Dian Asmara, S.IP., SE – Utusan Akademisi
- Ruby Falahadi, SH – Utusan Praktisi Hukum
- H. Sukarman, S.Pd.I, SH., MH. – Utusan Praktisi Hukum
- Rokhidin Setiawan – Utusan Budayawan
Tupoksi dan Program
Forum Bogor Institut memiliki tupoksi kerja berbasis kajian akademis, antara lain:
- Memberikan pemikiran percepatan pembangunan daerah.
- Memberikan masukan terkait ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan pendidikan.
- Menyampaikan gagasan terkait pemerataan sosial agar program pemerintah menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
- Menciptakan ruang dialog antara Pemkab Bogor, mahasiswa, LSM, ormas, tokoh budaya, hingga pelaku usaha.
- Menampung aspirasi masyarakat untuk dikaji melalui survei ilmiah yang melibatkan mahasiswa dan aktivis secara langsung di lapangan.
Wadah Aspirasi
Forum ini juga menjadi bagian dari Lembaga Pengawasan Reformasi Indonesia (LPRI) DPC Kabupaten Bogor, di bawah koordinasi Biro Pengembangan SDM.
Kantornya yang berlokasi di Jl. KSR Dadi Kusmayadi, Kelurahan Tengah, Cibinong, kini resmi dibuka untuk masyarakat, aktivis, dan mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasi serta berdiskusi mencari solusi.
“Bogor Institut akan menjadi ruang akademis untuk mempertemukan pro dan kontra, sehingga tercipta satu suara pemikiran menuju pembangunan Kabupaten Bogor yang berkeadilan sosial,” ujar perwakilan presidium.
Rudy














