Olah Sampah Mandiri, UPER Hadirkan Komposter Putar di Desa Barengkok

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Agustus 2025 - 09:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News –  Sampah rumah tangga masih menjadi tantangan besar dalam pengelolaan lingkungan di Indonesia. Sekitar 62 persen dari total 70 juta ton sampah nasional per tahun merupakan sampah organik yang sebagian besar belum terkelola dengan baik. Di Kabupaten Bogor, timbulan sampah bahkan mencapai 2.766 ton per hari (2024), mencerminkan tingginya beban pengelolaan.

Melihat permasalahan tersebut, tim dosen dan mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) menggagas program “Gerakan Kompos Mandiri Desa Barengkok” di kabupaten Bogor sebagai bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Melalui program ini, tim melakukan sosialisasi pemilihan sampah organik dan anorganik serta memperkenalkan inovasi “Komposter Putar”, yaitu alat pengolahan sampah organik yang mampu mengubah limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos.

“Desa Barengkok dipilih karena warganya memiliki potensi besar untuk terlibat dalam gerakan peduli lingkungan, namun masih terbatas akses terhadap teknologi pengelolaan sampah yang praktis. Komposter ini kami rancang secara sederhana dan ergonomis agar dapat digunakan oleh semua kalangan, termasuk ibu rumah tangga dan lansia. Dengan alat ini, warga diharapkan mampu mengelola sampah organik secara mandiri langsung dari rumah,” ujar Adhitya Ryan, Ketua Tim PkM Gerakan Kompos Mandiri.Dokumentasi: Penyerahan unit tempat sampah pilah dari tim PkM UPER kepada Desa Barengkok

Baca Juga:  BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Inovasi komposter putar dari tim Universitas Pertamina menjadi solusi sederhana namun berdampak besar bagi pengelolaan sampah organik rumah tangga. Alat ini dirancang menggunakan bahan lokal yang mudah diperoleh, terdiri dari tong berporos yang dipasang di atas rangka besi kokoh, lengkap dengan tuas pemutar di samping untuk memudahkan proses pencampuran.

Dibandingkan komposter statis, komposter putar menawarkan sejumlah keunggulan. Selain mempercepat proses pengomposan, alat ini juga lebih bersih dan nyaman digunakan. Desainnya yang tertutup rapat mampu mengurangi bau tidak sedap serta mencegah masuknya serangga, menjadikannya ideal untuk penggunaan di lingkungan padat penduduk. Proses pencampuran bahan pun menjadi lebih praktis berkat sistem rotasi, tanpa perlu membalik kompos secara manual. Cukup masukkan sampah organik seperti sisa makanan, daun kering, atau limbah dapur, lalu tambahkan bahan seperti sekam padi atau serbuk gergaji untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Dalam waktu singkat, pupuk kompos siap digunakan untuk kebun rumah, pertanian warga, bahkan berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.

Baca Juga:  Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini

“Komposter putar mampu menghasilkan pupuk kompos dalam waktu singkat, hanya sekitar 2 hingga 4 minggu—jauh lebih cepat dibandingkan komposter statis yang umumnya membutuhkan 2 hingga 3 bulan. Percepatan ini terjadi karena sistem putar memungkinkan pencampuran bahan organik yang lebih merata dan sirkulasi udara yang optimal, sehingga proses dekomposisi berlangsung lebih efisien,” tambah Ryan.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyatakan bahwa program ini sejalan dengan komitmen universitas dalam mengembangkan 11 Center of Excellence (CoE) di bidang energi, lingkungan, dan keberlanjutan. Program ini juga mencerminkan semangat kolaborasi lintas disiplin antara dosen dan mahasiswa dari berbagai program studi.

“Inovasi seperti komposter putar menjadi contoh nyata bagaimana hasil riset dan pembelajaran lintas bidang dapat diterapkan langsung di masyarakat untuk mendorong kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Prof. Wawan. ed

Berita Terkait

tes
BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda
Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan
POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA
H.M Saifudaulah SH.MH.M.Pd.I ,Dari PKS(partai keadilan sejahtera)Serap Aspirasi Warga RW 06 kelurahan jati Waringin, Soroti Masalah Banjir dan drainase.
Rekrut Tenaga Ahli Bergelar Profesor, Jamaludin Malik Terlibat Adu Komentar dengan Akun Info Jepara Terkini
Sekretaris DPN Jamkeswatch FSPMI Heri Irawan Sosialisasikan JKN kepada Bidang Perempuan PUK SPEE FSPMI PT Honoris Industry
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

tes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:36 WIB

HIPMI Bogor, Bekasi, dan Depok Gelar Business Matching, Libatkan 150 Pengusaha Muda

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

Dirut PPJ Bogor Siapkan 70 Lapak dan Kios, PKL Pasar Gembrong Bakal Ditertibkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:32 WIB

POTENSI WISATA DESA IKONIK BISA MATI JIKA DSPARBUD TUTUP MATA

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB