Cibinong – Mata Pena News — Bupati Bogor Rudy Susmanto merombak susunan pejabat tinggi pratama dengan melantik tujuh pejabat eselon II, Rabu (13/8/2025) malam, di Pendopo Bupati Bogor. Rotasi ini mencakup jabatan strategis yang mengelola anggaran, aset, dan perencanaan pembangunan daerah.
Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Ade Ruhandi serta jajaran pejabat Pemkab Bogor. Pejabat yang dilantik antara lain:
- Arif Rahman, Inspektur pada Inspektorat Kabupaten Bogor, sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag).
- Mely Kamelia, Kepala Disperindag, sebelumnya Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).
- Bambam Setia Aji, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang).
- Ferdinando Selmi Parede, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bakesbangpol.
- Nana Mulyana, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), sebelumnya Plt sekaligus Sekretaris Disnaker.
- Hadijana, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), sebelumnya Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
- Renaldi Yushab Fiansyah, Kepala Disdukcapil, sebelumnya Kepala DPMD.
Bupati Rudy menegaskan bahwa mutasi, rotasi, dan promosi jabatan adalah bagian dari upaya penyegaran organisasi. “Pesan saya, sebelum pelantikan, saya dan Pak Ade Ruhandi menyampaikan bahwa kita semua adalah pelayan masyarakat. Hati kita harus bersama-sama melayani masyarakat untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Meski disampaikan sebagai langkah penyegaran, pergeseran jabatan strategis ini memunculkan spekulasi. Posisi seperti BPKAD, Disperindag, dan Bappedalitbang dikenal sebagai pusat pengelolaan anggaran, aset, dan arah pembangunan daerah. Beberapa pengamat lokal menilai rotasi tersebut bisa menjadi langkah konsolidasi menjelang pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026.
Dengan komposisi baru, para pejabat diharapkan mampu mempercepat kinerja birokrasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga stabilitas pemerintahan di tengah dinamika politik yang mulai menghangat di Kabupaten Bogor.
Red














