SDN Polisi 1 Bogor Cetak 46 Hafidz Cilik: Wisuda Tahfidz Jadi Magnet Baru Sekolah Negeri
Bogor, Mata Pena News — Di bawah tenda putih yang dihiasi balon hijau keemasan, suasana haru dan bangga terasa begitu kuat di halaman SDN Polisi 1 Bogor, Jumat (9/5/2025). Puluhan siswa berseragam putih lengkap dengan selendang hitam berdiri tegak, menanti giliran mereka melangkah ke atas panggung. Hari itu adalah momen yang akan mereka kenang seumur hidup: wisuda Tahfidz Al-Qur’an Angkatan III.
Sebanyak 46 siswa resmi dikukuhkan sebagai Hafidz dan Hafidzah. Sebuah lompatan besar bagi sekolah dasar negeri yang berlokasi di Jl. Paledang No. 45, Bogor Tengah ini. Sejak dimulainya program tahfidz, SDN Polisi 1 hanya meluluskan 3 hafidz pada 2023 dan 24 siswa pada 2024. Tahun ini, lonjakannya begitu signifikan — menjadi bukti bahwa semangat menghafal Al-Qur’an semakin membumi di kalangan siswa sekolah negeri.
Mengusung tema “Dengan Al-Qur’an Mempertebal Keimanan dan Mencerdaskan Generasi Muda”, wisuda ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah simbol dari perubahan paradigma pendidikan di sekolah negeri: menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan kekuatan spiritual.
“Program ini bukan hanya inovasi, tapi strategi membangun karakter siswa sejak dini,” ujar Kepala SDN Polisi 1, Ibu Mustika Ningsih, M.Pd., dalam sambutannya. Ia menyebut program tahfidz sebagai terobosan yang kini menjadikan SDN Polisi 1 sebagai sekolah negeri pilihan bagi masyarakat Kota Bogor.
Apresiasi pun datang dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Kepala Bidang Pendidikan Dasar yang turut hadir menyampaikan bahwa SDN Polisi 1 adalah pelopor program tahfidz di sekolah negeri dan kini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk mengikuti jejak serupa.
Tak ketinggalan, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Bogor Tengah menyoroti sinergi antara guru dan siswa. Menurutnya, keberhasilan ini tak hanya menjadi prestasi rohani, tetapi juga dapat dimanfaatkan dalam seleksi Jalur Prestasi (Japres) saat siswa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Puncak acara menjadi momen yang menggetarkan hati. Satu per satu siswa menerima medali dan mahkota kehormatan sebagai tanda penghargaan atas perjuangan mereka menghafal ayat demi ayat kalamullah. Di panggung dengan dekorasi “Haflah Tahfidz Al-Qur’an 2025”, wajah-wajah muda itu tersenyum bangga — membuktikan bahwa usia bukanlah batas untuk mencintai Al-Qur’an
Red














