JAKARTA | Mata Pena News – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi membuka Kejuaraan Taekwondo Indonesia Terbuka Tingkat Asia ke-8 Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pembukaan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (2/8/2026).
Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Staf Umum (Kasum) TNI yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard S.H. Tampubolon, bersama jajaran TNI, pengurus PBTI, serta para atlet dari berbagai negara.
Dalam sambutan Panglima TNI yang dibacakan Wakil Panglima TNI, disampaikan apresiasi atas partisipasi 531 atlet dari 36 negara yang ambil bagian dalam ajang internasional tersebut.
Panglima TNI menegaskan bahwa kejuaraan ini merupakan inisiatif TNI untuk memperkuat hubungan antarbangsa melalui olahraga yang menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play.
“TNI menginisiasi kejuaraan ini sebagai sarana membangun saling percaya, memperkuat kerja sama, dan mempererat persahabatan antarnegara melalui kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas dan fair play,” ujarnya.
Menurut Panglima TNI, olahraga taekwondo bukan hanya mengasah kemampuan bertanding, tetapi juga membentuk karakter melalui nilai-nilai disiplin, keberanian, pengendalian diri, serta rasa hormat kepada sesama.
“Nilai-nilai Taekwondo mengajarkan keseimbangan antara kekuatan, disiplin, keberanian, pengendalian diri, serta rasa hormat kepada sesama. Meskipun berhadapan sebagai lawan di arena, kita tetap bersahabat di luar pertandingan,” tuturnya.
Di akhir amanatnya, Panglima TNI berpesan kepada seluruh atlet agar menjadikan kejuaraan ini sebagai wadah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus mempererat persaudaraan antarbangsa.
“Kepada seluruh Taekwondoin, bertandinglah dengan kemampuan terbaik dan junjung tinggi sportivitas. Raih kemenangan dengan rendah hati, hadapi kekalahan dengan kehormatan,” pungkasnya.
Kejuaraan Taekwondo Indonesia Terbuka Tingkat Asia ke-8 Tahun 2026 diharapkan tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persahabatan internasional melalui olahraga yang menjunjung tinggi nilai persatuan, disiplin, dan perdamaian.
Red














