JEPARA — Mata Pena News — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jepara menerapkan program Resik Pasar yang dilaksanakan setiap Jumat sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kebersihan, kenyamanan, sekaligus mendukung pengelolaan dan pendapatan pasar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara, Anjar, mengatakan program tersebut menjadi salah satu cara yang ditempuh untuk membangun komunikasi sekaligus mendampingi para kepala pasar dalam mengelola pasar di wilayah Kabupaten Jepara.
“Ini merupakan cara baru yang saya tempuh untuk berkomunikasi dan mendampingi para kepala pasar di Kabupaten Jepara dalam mengelola pasar dan mencapai target pendapatan per tahun,” ujar Anjar saat ditemui awak media di kantornya, Jumat (25/9/2026).
Menurut Anjar, program Resik Pasar tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan pasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan membuat pedagang maupun pembeli betah beraktivitas di pasar tradisional.
“Jika pasar bersih, para pedagang lebih senang dan nyaman melakukan aktivitasnya. Hal ini juga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembeli,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pasar Bangsri, Abdul Hakim, saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp. Ia membenarkan bahwa program Resik Pasar memberikan dampak terhadap kenyamanan pedagang dalam menjalankan aktivitas perdagangan.
“Sejak program Resik Pasar dijalankan, para pedagang lebih termotivasi datang ke pasar dan lebih ramah kepada pembeli karena pikirannya tidak terganggu oleh suasana yang kumuh,” kata Hakim.
Program Resik Pasar yang dilaksanakan setiap Jumat tersebut telah berjalan sejak April 2026 dan diterapkan di seluruh pasar yang berada di bawah pengelolaan Kabupaten Jepara, yang berjumlah 21 pasar.
“Program ini merupakan ide dan gagasan saya yang dilaksanakan sejak bulan pertama saya menjabat,” ungkap Anjar.
Anjar meyakini kondisi pasar yang bersih dan nyaman dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat untuk kembali berbelanja di pasar tradisional.
Dengan meningkatnya kunjungan masyarakat, transaksi perdagangan diharapkan ikut meningkat dan berdampak terhadap pendapatan pedagang maupun penerimaan pasar.
“Jika pasar bersih dan tidak kumuh, minat masyarakat untuk datang dan berbelanja akan meningkat. Hal ini tentu akan meningkatkan transaksi dan perputaran uang sehingga otomatis dapat meningkatkan pendapatan pedagang,” jelas Anjar.
Pernyataan tersebut juga diperkuat Abdul Hakim. Menurutnya, program Resik Pasar turut memberikan dampak positif terhadap aktivitas perdagangan di Pasar Bangsri.
“Program Resik Pasar mampu meningkatkan pendapatan pedagang. Bahkan, secara otomatis hal ini juga meningkatkan pendapatan Pasar Bangsri. Sejak adanya program ini, pendapatan Pasar Bangsri setiap bulan mengalami peningkatan,” tegas Hakim.
Anjar membenarkan bahwa Pasar Bangsri menjadi salah satu pasar yang memberikan kontribusi cukup besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jepara.
“Sejujurnya, Pasar Bangsri merupakan salah satu pasar yang paling banyak menyumbangkan PAD, selain Pecangaan, Mayong, dan Kalinyamatan,” pungkas Anjar.
Dengan program Resik Pasar yang dilakukan secara rutin, Disperindag Jepara berharap pengelolaan pasar tidak hanya semakin tertib dan bersih, tetapi juga mampu menciptakan ekosistem perdagangan yang nyaman bagi pedagang dan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan pendapatan pasar.
Yd














