BANDUNG | Mata Pena News – Konferensi Provinsi (Konferprov) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat 2026 melahirkan kepemimpinan baru. Tantan Sulthon Bukhawan dipercaya menjadi Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031 setelah meraih suara terbanyak dalam proses pemilihan yang berlangsung di Hotel Horison Bandung, 12–13 Agustus 2026.
Tantan memperoleh 444 suara, mengungguli kandidat lainnya, Hardiansyah, yang meraih 247 suara. Dalam proses pemungutan suara tersebut, enam suara dinyatakan tidak sah, sementara dua suara tercatat abstain.
Hasil tersebut mendapat sambutan dari jajaran PWI Kota Bogor. Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar kepemimpinan baru PWI Jawa Barat mampu membawa organisasi semakin solid dan adaptif menghadapi perubahan dunia pers.
“Atas nama keluarga besar PWI Kota Bogor, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Kang Tantan Sulthon Bukhawan atas amanah sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031,” kata Herman.
Herman juga menyampaikan apresiasi kepada Oland PH Sibarani yang kembali dipercaya memimpin Dewan Kehormatan PWI Jawa Barat. Oland terpilih secara aklamasi karena menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan tersebut.
Dorong Rekonsiliasi Usai Konferprov
Herman menilai hasil Konferprov harus menjadi awal untuk membangun kembali kebersamaan di tubuh organisasi. Menurutnya, perbedaan pilihan dalam proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan semestinya berakhir setelah konferensi selesai.
Ia berharap kepengurusan PWI Jawa Barat yang baru dapat membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan PWI kabupaten dan kota.
“Kami di daerah siap bersinergi dan mendukung visi-misi kepengurusan baru. Harapannya PWI Jawa Barat semakin mandiri, mampu meningkatkan kualitas serta perlindungan bagi jurnalis, dan tetap menjadi bagian penting dalam menjaga profesionalisme pers,” ujarnya.
Pesan serupa disampaikan Tantan setelah dirinya ditetapkan sebagai ketua terpilih. Ia mengajak seluruh anggota PWI Jawa Barat mengesampingkan perbedaan selama proses konferensi dan kembali membangun organisasi secara bersama-sama.
Menurut Tantan, persatuan menjadi modal penting agar PWI mampu menjalankan perannya sebagai organisasi profesi wartawan secara lebih kuat dan bermartabat.
PWI Jabar Dihadapkan Tantangan Era Digital
Konferprov PWI Jawa Barat dibuka oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dan diikuti jajaran PWI dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Dalam forum tersebut, Pimpinan Sidang dari PWI Pusat, Zulkifli Gani Otto, turut mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan organisasi. Seluruh jajaran PWI Jawa Barat diharapkan dapat menyatukan langkah dan mengurangi sekat-sekat kelompok yang berpotensi mengganggu soliditas organisasi.
Setelah terpilih, Tantan diberikan waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Proses tersebut akan didampingi tim formatur yang beranggotakan tiga orang.
Bagi PWI Kota Bogor, tantangan kepengurusan baru bukan hanya soal konsolidasi internal. Perkembangan media digital, perubahan pola konsumsi informasi, hingga tuntutan peningkatan kompetensi wartawan menjadi pekerjaan rumah yang membutuhkan perhatian serius.
Herman berharap kepengurusan baru dapat menjadikan momentum tersebut untuk memperkuat kapasitas wartawan, meningkatkan perlindungan profesi, serta menjaga standar etika dan profesionalisme jurnalistik.
“Kami berharap kepengurusan baru mampu memperkuat organisasi, meningkatkan kapasitas wartawan, serta memperjuangkan perlindungan dan profesionalisme jurnalis di tengah perubahan ekosistem media yang semakin cepat,” pungkas Herman.
Redaksi | Mata Pena News














