Petani Belum Sejahtera, Yuda Agus Ariyanto Dorong Peran Koperasi dan Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 17:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jepara | Mata Pena News – Di tengah gencarnya program pertanian yang digaungkan pemerintah, kenyataan di lapangan masih jauh dari kata sejahtera. Banyak petani di Jawa Tengah masih berjuang sekadar untuk bertahan hidup, bahkan sebagian belum merasakan peningkatan ekonomi sama sekali.

Ketua Koperasi Serikat Petani Indonesia (SPI) Wilayah Jawa Tengah, Yuda Agus Ariyanto, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu kesejahteraan petani kerap berhenti pada slogan.

Ia berharap pada tahun 2026 Pemerintah benar-benar menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung bagi kehidupan petani.

Baca Juga:  24 Titik Kebocoran Ditemukan, Tirta Pakuan Pulihkan Aliran Air di Curug Permai

“Masih banyak petani yang hidupnya tidak berubah. Ada yang bahkan masih berada di titik nol,” kata Yuda, Jumat (2/12026)

Yuda menyebut koperasi petani sebagai salah satu solusi konkret untuk memperbaiki kondisi tersebut. Menurutnya, koperasi mampu memperkuat posisi petani, mulai dari peningkatan produksi, pengelolaan usaha tani, hingga pemasaran hasil panen.

“Dengan koperasi, petani bisa belajar mengelola usaha secara kolektif, punya akses modal, serta meningkatkan kemampuan teknis. Ini penting agar petani tidak terus bergantung pada tengkulak,” ujarnya.

Namun demikian, Yuda menegaskan bahwa koperasi tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan negara. Ia menilai pemerintah masih memegang peran sentral dalam menciptakan ekosistem pertanian yang adil dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

“Petani membutuhkan kebijakan yang nyata, seperti subsidi pupuk yang tepat sasaran, irigasi yang layak, dan akses pasar yang jelas. Tanpa keberpihakan pemerintah, kesejahteraan petani akan sulit terwujud,” tegasnya.

Yuda berharap pemerintah ke depan lebih serius melibatkan koperasi dan petani dalam perumusan kebijakan pertanian, agar kesejahteraan petani tidak lagi sekadar menjadi janji tahunan.

Red

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB