Mendagri Tegaskan Dukcapil Sebagai Pilar Utama Sistem Pemerintahan Digital Indonesia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Mata Pena News – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa data kependudukan yang dikelola Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) menjadi fondasi utama dalam mewujudkan transformasi layanan publik berbasis digital di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026). Menurutnya, keberhasilan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sangat bergantung pada data kependudukan yang akurat, lengkap, dan terus diperbarui secara real time.

“Data yang terlengkap dan terus diperbarui setiap hari, setiap menit, bahkan setiap detik adalah data Dukcapil. Karena itu, Dukcapil menjadi bagian yang sangat penting dalam sistem pemerintahan digital yang sedang dibangun,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tengah mempercepat pembangunan SPBE sebagai bagian dari agenda transformasi digital nasional. Selain itu, implementasi program Satu Data Indonesia juga terus dipacu agar seluruh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah menggunakan referensi data yang sama.

Baca Juga:  24 Titik Kebocoran Ditemukan, Tirta Pakuan Pulihkan Aliran Air di Curug Permai

Saat ini, basis data Dukcapil telah mencakup sekitar 290 juta penduduk atau hampir 99 persen populasi Indonesia. Data tersebut tidak hanya memuat identitas dasar, tetapi juga dilengkapi data biometrik seperti pengenalan wajah (face recognition), sidik jari, dan pemindaian iris mata.

“Data ini bergerak setiap detik. Ada yang lahir, meninggal dunia, menikah, maupun pindah domisili, semuanya langsung tercatat di server Dukcapil,” jelasnya.

Menurut Tito, digitalisasi pemerintahan bertujuan memangkas birokrasi sehingga pelayanan publik menjadi lebih cepat, mudah, transparan, dan efisien. Ke depan, masyarakat cukup mengakses satu portal layanan terpadu untuk memperoleh berbagai layanan pemerintah, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, hingga layanan kementerian dan lembaga lainnya.

“Aplikasi ini akan mengintegrasikan berbagai layanan publik sehingga masyarakat tidak perlu lagi datang ke banyak kantor pemerintahan,” katanya.

Lebih lanjut, Tito menyebut data Dukcapil akan diintegrasikan dengan berbagai instansi, di antaranya Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Badan Pusat Statistik, Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta Kementerian Kesehatan Republik Indonesia guna meningkatkan akurasi pelayanan sekaligus memastikan program pemerintah tepat sasaran.

Baca Juga:  Tiga Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Bogor Disiapkan, Rudy Susmanto Dorong Perlindungan dan Pelayanan Masyarakat

Untuk mendukung penguatan sistem tersebut, pemerintah menyiapkan investasi melalui skema pembiayaan multiyears senilai sekitar Rp3,5 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur teknologi informasi Dukcapil, mulai dari peningkatan kapasitas penyimpanan data, bandwidth jaringan, sistem keamanan siber, hingga pembangunan pusat pencadangan data (backup server).

Tito menegaskan bahwa penguatan infrastruktur digital merupakan kebutuhan mendesak karena hampir seluruh layanan publik kini bergantung pada sistem elektronik.

“Kalau sudah bermain di digitalisasi, jangan main-main. Sekali sistem down, dampaknya bisa sangat luas. Karena itu, infrastruktur, bandwidth, dan keamanan siber harus benar-benar kuat,” tegasnya.

Melalui penguatan data kependudukan, integrasi layanan digital, dan peningkatan infrastruktur teknologi informasi, pemerintah berharap transformasi pelayanan publik di Indonesia dapat berjalan lebih efektif, efisien, aman, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan secara digital.

Red

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB