BOGOR | Mata Pena News – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka pengangguran dengan menggelar Job Fair Kabupaten Bogor 2026 di Vivo Mall Bogor, Kecamatan Sukaraja, Rabu (5/8/2026). Melalui bursa kerja terbesar tahun ini, Disnaker menghadirkan 6.056 lowongan kerja dari puluhan perusahaan untuk membuka akses kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu program strategis Disnaker Kabupaten Bogor dalam mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha secara langsung, sekaligus mendukung visi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perluasan lapangan pekerjaan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor bersama jajaran berhasil menggandeng 53 peserta, terdiri atas 46 perusahaan dari berbagai sektor industri serta 7 perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dari seluruh peserta tersebut tersedia 221 jenis jabatan dengan total 6.056 formasi yang dapat dilamar sesuai kompetensi para pencari kerja.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengapresiasi langkah Disnaker yang terus menghadirkan inovasi pelayanan ketenagakerjaan bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
“Hari ini kita membuka lowongan untuk 6.056 orang dari 53 peserta, terdiri dari 46 perusahaan berbagai bidang dan tujuh perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia. Ini merupakan upaya kita mengisi kemerdekaan dengan membuka kesempatan kerja seluas-luasnya,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, Disnaker tidak boleh hanya berfokus pada penyelenggaraan job fair tahunan. Ia meminta agar pelayanan ketenagakerjaan terus dikembangkan melalui transformasi digital dengan mengaktifkan kembali Career Center sebagai pusat informasi pasar kerja yang dapat diakses masyarakat setiap hari.
“Jangan hanya setahun sekali. Disnaker dan OPD terkait harus bertransformasi, salah satunya dengan mengaktifkan Career Center,” tegasnya.
Arahan tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Disnaker Kabupaten Bogor untuk menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, terbuka, dan berkelanjutan. Melalui Career Center, masyarakat nantinya diharapkan dapat mengakses informasi lowongan kerja kapan saja tanpa harus menunggu pelaksanaan job fair.
Tak hanya menghadirkan ribuan lowongan kerja, Disnaker Kabupaten Bogor juga membuka berbagai layanan pendukung, mulai dari walk-in interview, pelayanan pembuatan Kartu Pencari Kerja (AK-1), hingga penyediaan informasi peluang bekerja di luar negeri melalui perusahaan penempatan PMI yang telah memiliki izin resmi.
Disnaker juga terus memperkuat kolaborasi dengan dunia industri serta perangkat daerah lainnya, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Dinas Koperasi, UKM, agar kebutuhan tenaga kerja dapat dipetakan secara lebih akurat. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat penyerapan tenaga kerja sekaligus memperkuat daya saing sumber daya manusia Kabupaten Bogor.
Melalui Job Fair 2026, Disnaker Kabupaten Bogor menegaskan perannya bukan hanya sebagai penyelenggara bursa kerja, tetapi juga sebagai motor penggerak pelayanan ketenagakerjaan yang adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan inovasi yang terus dikembangkan, Disnaker optimistis mampu memperluas kesempatan kerja, menekan angka pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Jika ada kutipan dari Kepala Disnaker Kabupaten Bogor, berita ini akan menjadi lebih kuat karena fokus pemberitaannya benar-benar menonjolkan peran Disnaker, bukan hanya pernyataan Bupati.
Red














