BES 2025, Rudy Susmanto Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Wilayah

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Desember 2025 - 13:03 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ciawi | Mata Pena News – Borderline Economic Summit (BES) 2025 menjadi panggung penting bagi Bupati Bogor, Rudy Susmanto, untuk menyerukan integrasi dan kolaborasi lintas daerah sebagai kunci percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu Rudy sampaikan pada pembukaan BES 2025 yang digelar di Pullman Ciawi, Rabu (3/12/2025).

BES 2025 dihadiri para pemangku kepentingan dari berbagai daerah perbatasan, mulai dari pemerintah kabupaten/kota sekitar, akademisi, pelaku usaha hingga komunitas pembangunan regional.

Forum ini juga ditandai penandatanganan Protokol Bogor BES 2025, penandatanganan MoU antara Kabupaten Bogor dengan sejumlah daerah, serta perjanjian kerja sama antarperangkat daerah. Seluruh rangkaian ini diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan dan langkah konkret untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan.

Sejumlah tokoh hadir pada kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya Sugiarto, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Deputi Perencanaan Kementerian Investasi, para kepala daerah sekitar, jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota lainnya.

Dalam sambutannya, Rudy Susmanto menekankan bahwa percepatan pembangunan tidak boleh dilakukan secara parsial. Integrasi kebijakan antarwilayah menjadi fondasi penting menciptakan lompatan pembangunan.

Baca Juga:  Tiga Raperda Inisiatif DPRD Kabupaten Bogor Disiapkan, Rudy Susmanto Dorong Perlindungan dan Pelayanan Masyarakat

“Kita tidak bisa berdiri sendiri, kita tidak bisa membangun wilayah hanya dengan kemampuan kita sendiri. Kabupaten Bogor harus terintegrasi dan berkolaborasi dengan wilayah sekitar, sehingga setiap kebijakan yang kita ambil dapat selaras,” ujarnya.

Rudy menegaskan tujuan utama pemerintah adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sinergi lintas wilayah merupakan langkah nyata menghadirkan pembangunan yang memberi dampak langsung bagi warga.

“Tujuan kita satu, yakni mensejahterakan masyarakat. Borderline Economic Summit ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah daerah lainnya untuk membangun bangsa mulai dari wilayah masing-masing,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa forum ini memperkuat peran strategis Kabupaten Bogor dalam pembangunan regional dan nasional. “Hari ini, kita ingin menegaskan bahwa dari Bogor, kita berkontribusi untuk Indonesia,” kata Rudy.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Bima Arya Sugiarto, menilai pendekatan pembangunan Jabodetabekpunjur harus berubah dari konsep lama menjadi pendekatan aglomerasi. Menurutnya, integrasi tata ruang, transportasi, energi, sampah dan lingkungan menjadi kunci menghadapi tantangan kawasan metropolitan.

Baca Juga:  Bawa Isu Kejahatan AI ke Komdigi, PWI Jabar dan JHB Siapkan Langkah Perlindungan Masyarakat

“Aglomerasi menuntut perencanaan bersama agar tidak lagi terjebak pada persoalan perbatasan atau kewenangan sektoral,” ujar Bima.

Ia mengungkapkan pemerintah akan membentuk Dewan Aglomerasi yang diketuai Presiden untuk mengoordinasikan perencanaan dan kebijakan lintas wilayah. Dewan ini ditargetkan bekerja profesional tanpa dominasi kepentingan politik.

“Saya mengajak seluruh kepala daerah menjadi ‘petarung’ dalam menata kawasan Jabodetabekpunjur. Forum ini jangan berhenti sebagai seremoni, tetapi harus menghasilkan langkah konkret berbasis aglomerasi,” tegasnya.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turut mengapresiasi tema “Mendorong Laju Pertumbuhan Ekonomi” yang diusung BES 2025. Menurutnya, tema ini sejalan dengan fokus pembangunan Provinsi Jawa Barat.

“BES 2025 menjadi momentum penting memperkuat sinergi lintas daerah di Bogor Raya dan wilayah perbatasan lainnya. Pembangunan metropolitan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ungkap Herman.

Ia menegaskan bahwa karahayuan dan kakertaan masyarakat hanya dapat terwujud melalui kolaborasi. “Bogor Raya, Jawa Barat, dan bahkan Indonesia harus bergerak bersama,” tutupnya.

Rudy

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB