Bandung | Mata Pena News – Penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya Tahun 2026 di Jawa Barat diwarnai dengan pelaksanaan Aksi Ekologi yang berlangsung serentak di berbagai daerah, Selasa (21/7/2026). Kegiatan tingkat provinsi dipusatkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung.
Program tersebut melibatkan perwakilan siswa SMA dan SMK dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Secara bersamaan, aksi serupa juga digelar di 882 sekolah negeri yang tersebar di 27 kabupaten/kota sebagai penutup rangkaian MPLS tahun ini.
Data Dinas Pendidikan Jawa Barat mencatat, sebanyak 343.374 peserta didik baru jenjang SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, mengikuti kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, 327.604 merupakan siswa yang bersekolah di satuan pendidikan negeri.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa Aksi Ekologi bukan sekadar agenda simbolis, tetapi menjadi langkah awal untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus membentuk karakter peserta didik.
Menurutnya, nilai-nilai yang diperoleh selama MPLS harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Herman mengajak para siswa membiasakan diri melakukan berbagai aktivitas positif, seperti menjaga kebersihan rumah, mengerjakan pekerjaan rumah secara mandiri, membantu orang tua, hingga merawat lingkungan sekitar. Kebiasaan sederhana tersebut dinilai mampu membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta jiwa kepemimpinan.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, melainkan juga oleh karakter dan kemampuan sosial yang dibangun melalui kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa Aksi Ekologi merupakan implementasi pendidikan karakter Pancawaluya yang diharapkan menjadi budaya di setiap sekolah.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga kebersihan diri, ruang kelas, halaman sekolah, hingga lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, di antaranya River Clean Up Indonesia, Komunitas Sapulidi, perangkat daerah, TNI, Polri, serta komunitas pegiat lingkungan.
Di tingkat provinsi, para peserta melaksanakan beragam aksi, mulai dari membersihkan area makam pahlawan, memungut sampah di lingkungan sekitar, membersihkan aliran sungai, hingga mengikuti edukasi mengenai pelestarian lingkungan.
Melalui penutupan MPLS yang dikemas dengan Aksi Ekologi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap semangat menjaga kelestarian lingkungan dapat menjadi kebiasaan baru bagi para siswa, sehingga nilai-nilai karakter Pancawaluya terus tumbuh dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Red














