Warga Ulak Paceh Jaya Padati Lubuk Sungai Pailanjung, Tradisi Bekarang Jadi Hiburan dan Sumber Rezeki

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 10:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MUBA, Mata Pena News — Suasana ramai terlihat di Lubuk Sungai Pailanjung, Desa Ulak Paceh Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Minggu (23/8/2026). Puluhan warga memadati kawasan tersebut untuk mengikuti tradisi bekarang ikan, yang menjadi salah satu kegiatan masyarakat saat musim kemarau.

Tradisi bekarang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 17.00 WIB. Warga turun langsung ke sungai yang airnya tampak kecokelatan. Sebagian warga berendam sambil mencari ikan, sementara lainnya menggunakan jala dari pinggir sungai.

Tidak sedikit pula warga yang memilih duduk di tepian sungai untuk menyaksikan keseruan kegiatan sekaligus menunggu hasil tangkapan. Bahkan, sejumlah warga terlihat berkerumun di atas jembatan untuk menikmati suasana bekarang.
Pemandangan semakin menarik dengan adanya pohon besar yang tumbang di sekitar aliran sungai.

Baca Juga:  Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Bagi masyarakat setempat, bekarang bukan sekadar kegiatan mencari ikan untuk tambahan lauk keluarga. Tradisi tersebut juga menjadi sarana silaturahmi, hiburan, sekaligus menjaga kebersamaan antarwarga.

Panitia mengimbau masyarakat yang mengikuti kegiatan agar tetap menjaga keselamatan selama beraktivitas di sungai.

Baca Juga:  Peran Penting Dinsospermades dalam Realisasi Banprov di Desa-Desa Jepara

Warga juga diingatkan untuk tidak menggunakan cara-cara yang dapat membahayakan, seperti setrum, putas, maupun bahan berbahaya lainnya.
Selain keselamatan, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah ke aliran air.

“Jangan membiasakan membuang sampah di sungai karena dapat merusak lingkungan dan mengganggu habitat ikan yang ada di dalamnya,” demikian imbauan panitia.

Tradisi bekarang diharapkan tetap berlangsung sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Ulak Paceh Jaya, namun tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan serta kelestarian ekosistem sungai.

Zulkarnain

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB