BOGOR | Mata Pena News – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor kembali membuka seleksi terbuka tahap II untuk mengisi sejumlah jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan pemerintah daerah. Kali ini, seleksi difokuskan untuk mengisi posisi strategis di Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan berorientasi pada pelayanan publik.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi terbuka tersebut merupakan bagian dari transformasi manajemen aparatur sipil negara (ASN) guna menghadirkan birokrasi yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan pembangunan daerah.
“Hari ini kita kembali melaksanakan seleksi terbuka tahap kedua untuk mengisi sejumlah jabatan di Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang. Ini bagian dari transformasi kepegawaian untuk menghadirkan ASN yang kompeten,” ujar Rudy.
Menurut Rudy, seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan berbasis kompetensi, sehingga setiap ASN yang memenuhi persyaratan memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti proses seleksi.
Ia meyakini Kabupaten Bogor memiliki banyak aparatur yang memiliki kemampuan dan pengalaman untuk menduduki jabatan strategis di lingkungan pemerintah daerah.
“Kita ingin mencari putra-putri terbaik melalui proses yang transparan dan objektif. Saya melihat banyak ASN yang memiliki potensi. Melalui seleksi terbuka ini, kami ingin memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh ASN,” ungkapnya.
Rudy berharap pejabat yang nantinya terpilih mampu membawa semangat perubahan, meningkatkan kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, efektif, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bogor.
Menurutnya, seorang pejabat tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas, kepemimpinan, serta komitmen untuk mendukung visi pembangunan daerah.
“ASN yang terpilih harus memiliki integritas, kompetensi, dan komitmen untuk bersama-sama mewujudkan Kabupaten Bogor yang semakin maju,” tegas Rudy.
Pelaksanaan seleksi terbuka tahap II ini merupakan implementasi sistem merit dalam pengelolaan ASN, di mana pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, dan kinerja, bukan atas dasar pertimbangan nonprofesional.
Melalui mekanisme tersebut, Pemkab Bogor berharap mampu membentuk birokrasi yang semakin profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Red














