Desa Cilebut Barat Rayakan Hari Jadi ke-43, Perayaan Perdana yang Penuh Makna

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 November 2025 - 21:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mata Pena News
Desa Cilebut Barat, Kabupaten Bogor, untuk pertama kalinya dalam sejarah menggelar perayaan hari jadinya yang ke-43.

Momen yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu menjadi catatan khusus bagi pemerintah desa dan warga, mengingat selama lebih dari empat dekade belum pernah ada peringatan yang menandai perjalanan panjang desa hasil pemekaran tersebut.

Antusiasme masyarakat begitu terasa, ditambah kehadiran jajaran Muspika seperti Camat, Danramil, Kapolsek, Ketua Abdesi Kabupaten Bogor, serta pengurus DPK Abdesi tingkat kecamatan yang ikut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan acara.
Kepala Desa Cilebut Barat,

H. Dasuki, mengisahkan bahwa gagasan untuk mengadakan perayaan ini bermula ketika ia membuka arsip desa dan menemukan dokumen pemekaran antara Cilebut Timur dan Cilebut Barat yang tercatat pada November 1982.

Temuan tersebut memicu pemikiran bahwa selama ini desa tidak pernah merayakan hari jadi, padahal hal tersebut dapat menjadi momen penting untuk mengenang sejarah perkembangan wilayah.

“Banyak warga, termasuk yang sudah lama tinggal di sini, mungkin tidak tahu bahwa desa kita sudah berusia 43 tahun,” ujarnya.

Karena itulah, ia bersama perangkat desa bersepakat menjadikan tahun ini sebagai tonggak dimulainya tradisi baru: merayakan hari lahir Cilebut Barat.

Baca Juga:  Taktik Jitu Pengelolaan Pasar, Program Resik Pasar Dongkrak Kenyamanan dan Pendapatan

Ia menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen pemerintah desa dalam menjalankan prinsip keterbukaan dan meningkatkan transparansi pengelolaan anggaran melalui musyawarah desa serta musrenbang.

Meski demikian, H. Dasuki juga mengungkapkan sejumlah persoalan besar yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah desa. Cilebut Barat, yang dihuni sekitar 37 ribu jiwa dan terbagi dalam 138 RT, hingga kini belum memiliki gedung Puskesmas maupun SMP Negeri. Ketiadaan fasilitas kesehatan dan pendidikan tingkat menengah ini menjadi ganjalan utama dalam pembangunan desa.

Pemerintah desa telah menyiapkan langkah pengajuan pembangunan kedua fasilitas tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk mempersiapkan lahan sesuai standar kebutuhan dari dinas terkait. “Ini PR besar bagi kami. Kami ingin Cilebut Barat tidak hanya ramai penduduk, tetapi juga lengkap fasilitasnya,” tegasnya.

Perayaan ini turut dimeriahkan oleh warga dari berbagai wilayah. Seorang warga dari kawasan Kebun Pedas mengaku hadir karena ingin menikmati suasana meriah sekaligus mencari hiburan bersama keluarga. Ia berharap di usia ke-43 ini Cilebut Barat semakin kompak, tertata, dan maju dalam berbagai aspek pembangunan
.
Masih pada kesempatan yang sama, Satria selaku Ketua MKDM Kecamatan Sukaraja turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan perdana ini. Ia menilai langkah Kepala Desa H. Dasuki patut diapresiasi karena berhasil menghidupkan kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah desanya.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga, Pemdes Kemujan Gelar Ngopi Bareng Bahas Pariwisata Hingga Pusat Kuliner

Menurutnya, perayaan seperti ini bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membangun rasa memiliki serta kebanggaan warga terhadap desa mereka.

Lebih lanjut, Satria mengatakan bahwa pemerintah desa telah menunjukkan upaya serius dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

Ia berharap kegiatan-kegiatan positif seperti ini dapat terus dilakukan setiap tahun agar masyarakat semakin solid dan memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi serta berpartisipasi dalam pembangunan desa.

“Acara seperti ini sangat penting untuk mempererat kebersamaan. Cilebut Barat punya potensi besar, dan dengan kekompakan seperti ini saya yakin desa akan semakin maju,” ungkapnya.

Acara puncak ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang desa. Sorak bahagia warga yang memenuhi lokasi kegiatan menambah kesan bahwa peringatan perdana ini bukan hanya sekadar acara tahunan,

Tetapi juga refleksi atas sejarah, perjuangan, dan harapan bersama. Pemerintah desa berharap tradisi ini dapat terus berlanjut setiap tahun sebagai bentuk penghargaan terhadap identitas dan perjalanan Cilebut Barat.

Rudy

Berita Terkait

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat
52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!
Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan
Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua
Gebyar Hari Santri 2026 Jepara, Kolaborasi Pemkab, Kemenag, IDI, TNI, PCNU dan BAZNAS
Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai
Hari Pelanggan Nasional 2026, Tirta Kahuripan Apresiasi Pelanggan Setia dengan Lima Sepeda Motor dan Voucher Belanja
HUT ke-62 Golkar, DPD Berau Ziarah ke TMP dan Siapkan Agenda Sosial untuk Masyarakat
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:16 WIB

BKPSDM Kota Bogor Tindaklanjuti Dugaan Pungli CPNS, ASN Berinisial S Terancam Sanksi Berat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:49 WIB

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:44 WIB

Kepala Diskarpus Jepara dan Camat Karimunjawa Dampingi Bunda Literasi Serahkan Bantuan untuk PAUD Mutiara Hati Kemujan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Bank Kota Bogor Gandeng BAM, Perluas Akses Pembiayaan Pedagang Pasar Jambu Dua

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:59 WIB

Perumda Pasar Tohaga Gelar LDK, Perkuat Kepemimpinan dan Profesionalisme Pegawai

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB