Sulap Minyak Jelantah Jadi Produk Perawatan Sepatu, Mahasiswa UPER Raih Pendanaan P2MW 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 4 Juli 2026 - 14:07 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta | Mata Pena News – Sekitar sepertiga minyak jelantah yang dihasilkan di Indonesia setiap tahun belum berhasil dimanfaatkan kembali. Dari estimasi 200.000–300.000 ton minyak jelantah yang dihasilkan, sekitar 100.000 ton di antaranya masih terbuang atau tidak terkumpul.

 

Kondisi tersebut mendorong empat mahasiswa Program Studi Ekonomi Universitas Pertamina, Azrina Rahmah, Nurhalizah, Ariens Traiyu Pudita, dan Aisyah Fitryah, mengembangkan ReSoleve, produk perawatan sepatu 2-in-1 berbahan dasar minyak jelantah

Yang menggabungkan pembersih sepatu (foam cleaner) dan balsam kulit sepatu (leather balm). Berbeda dari produk sejenis, ReSoleve memanfaatkan minyak jelantah yang telah dimurnikan dan dipadukan dengan ekstrak daun marjoram serta bunga sedap malam sebagai pewangi alami.

 

Melalui inovasi tersebut, Tim ReSoleve berhasil memperoleh pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Tim ini lolos setelah bersaing dengan 3.005 proposal dari 570 perguruan tinggi di seluruh Indonesia pada proses seleksi April–Juni 2026.

Pendanaan tersebut akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pemasaran ReSoleve melalui berbagai platform digital.

 

“Kami melihat minyak jelantah bukan sekadar limbah, tetapi sebagai sumber daya yang masih memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai tambah.

Melalui ReSoleve, kami ingin menunjukkan bahwa konsep ekonomi sirkular dapat diterapkan melalui inovasi sederhana yang bermanfaat bagi masyarakat maupun lingkungan,” ujar Nurhalizah.

 

Untuk memastikan aman digunakan sebagai bahan baku, minyak jelantah terlebih dahulu dimurnikan melalui beberapa tahapan, mulai dari penyaringan sisa makanan, penghilangan bau dan warna,

Hingga penetralan zat-zat yang terbentuk akibat penggunaan berulang. Setelah itu, minyak diolah menjadi dua produk, yaitu foam cleaner (pembersih sepatu) dan leather balm (balsam kulit sepatu).

 

“Pada pembersih sepatu, minyak jelantah yang telah dimurnikan diolah menggunakan kalium hidroksida (KOH) sehingga menghasilkan bahan pembersih yang mampu mengangkat kotoran.

Kami kemudian menambahkan ekstrak daun marjoram dan bunga sedap malam sebagai pewangi alami agar produk tidak hanya efektif membersihkan, tetapi juga memiliki aroma yang lebih segar.

Sementara itu, balsam kulit sepatu dibuat dengan memadukan minyak jelantah murni dan beeswax (lilin lebah) untuk membantu menjaga kelembapan serta kilau kulit sepatu,” jelas Nurhalizah.

 

Dosen pendamping Tim ReSoleve, Rico Ricardo, S.E., M.Ec., menilai keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.

 

“Pendanaan sebesar Rp10 juta akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas produksi serta memperluas pemasaran melalui media sosial dan platform e-commerce. Berdasarkan rencana bisnis yang telah disusun, ReSoleve diproyeksikan mampu menghasilkan keuntungan sekitar Rp14 juta per bulan,” kata Rico.

 

Inovasi ReSoleve selaras dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Responsible Consumption and Production.

Pjs. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. tech. Djoko Triyono, M.Si., menyatakan apresiasi mendalam atas capaian mahasiswa dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan ke dalam praktik wirausaha.

 

“Tidak hanya didukung oleh proses pembelajaran khususnya melalui peminatan Energy Economy and Sustainability pada Program Studi Ekonomi UPER,

Mahasiswa juga mendapatkan pendampingan wirausaha melalui program Inkubasi Bisnis UPER. Saat ini telah memberikan pendampingan kepada 62 tim dengan total pendanaan mencapai Rp180 juta,” tutup Prof. Djoko.

Irawan

Berita Terkait

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi
Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek
Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya
Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha
FH Universitas Pancasila Luncurkan Roadmap Transformasi 2026–2028, Siapkan Lulusan Hukum Berdaya Saing Global
Bikin Biohidrokarbon dari Karet Alam Lebih Efisien, Peneliti UPER Temukan Model Baru!
Perkuat Advokasi JKN, DPN Jamkeswatch FSPMI Lantik Pengurus DPD Cirebon Raya Periode 2026-2031.
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 05:52 WIB

Ramai Isu Megathrust, Pakar UPER Ajak Masyarakat Kritis Menyikapi Informasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Tak Cukup dari Buku, Dosen UPER Kenalkan Transisi Energi lewat Pembelajaran Berbasis Proyek

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Kepsek SDN Karadenan Berharap Disdik Segera Bantu Sarana Sekolah yang Raib

Rabu, 19 Agustus 2026 - 13:03 WIB

Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Aren Jaya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:55 WIB

Terima Perwakilan PT John Toys Indonesia Korea, Bamsoet Dorong Kolaborasi Kampus dan Dunia Usaha

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB