Oleh: Rudi Irawan
Mata Pena News – Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Pembaca setia Mata Pena News yang dirahmati Allah SWT, semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, dan kemudahan dalam setiap langkah kehidupan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
Pada kesempatan kali ini, Redaksi Berkisah mengajak kita mengenal lebih dekat bulan Safar, bulan kedua dalam kalender Hijriah yang sering kali diselimuti berbagai anggapan dan mitos di tengah masyarakat.
Sebagian orang masih meyakini bahwa Safar adalah bulan yang membawa kesialan atau musibah sehingga menghindari pernikahan, memulai usaha, atau melakukan perjalanan pada bulan ini. Padahal, dalam ajaran Islam tidak ada dalil yang membenarkan keyakinan tersebut.
Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada penularan (yang terjadi dengan sendirinya), tidak ada kesialan karena burung, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini menegaskan bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan manusia merupakan ketetapan Allah SWT. Tidak ada bulan yang membawa sial ataupun keberuntungan dengan sendirinya.
Karena itu, bulan Safar hendaknya dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak amal saleh, memperkuat ibadah, memperbanyak istighfar, sedekah, serta
mempererat tali silaturahmi. Setiap hari adalah kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Mari kita tinggalkan segala bentuk keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat dan menggantinya dengan keimanan, doa, ikhtiar, serta tawakal kepada Allah SWT.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita, keluarga, dan bangsa Indonesia dari segala musibah, serta memberikan keberkahan di setiap waktu yang kita jalani.
Wallahu a’lam bishawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam
Tim Redaksi














