Kota Bogor | Mata Pena News– Ratusan sopir angkutan perkotaan (angkot) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor, Kamis (22/1).
Mereka menolak rencana Pemerintah Kota Bogor yang akan memusnahkan angkot berusia di atas 20 tahun karena dinilai mengancam mata pencaharian ribuan keluarga.
Sejak pagi, para sopir datang dengan mengendarai angkot masing-masing dan memadati kawasan Balai Kota. Sejumlah spanduk berisi tuntutan penolakan terhadap kebijakan tersebut dibentangkan selama aksi berlangsung., aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian
Pantauan Awak Media Dalam orasinya, para sopir menyampaikan bahwa selama ini mereka telah mengikuti berbagai kebijakan transportasi yang diterapkan Pemkot Bogor, mulai dari pengaturan trayek hingga program pengurangan jumlah angkot. Namun, rencana pemusnahan kendaraan dinilai menjadi beban baru bagi para pengemudi.
“Kami sudah mengikuti semua arahan pemerintah. Kondisi ekonomi kami sudah sulit, jangan ditambah dengan kebijakan yang mematikan sumber penghasilan,” ujar salah satu sopir di hadapan massa aksi.
Para pengemudi menilai kebijakan reduksi dan pemusnahan angkot berpotensi menimbulkan dampak sosial, terutama meningkatnya angka pengangguran. Pasalnya, satu unit angkot tidak hanya menghidupi pengemudi, tetapi juga keluarga dan pihak lain yang bergantung pada operasional kendaraan tersebut.
“Satu angkot bisa menghidupi sampai enam orang. Kalau angkot dimusnahkan, kami mau bekerja apa?” katanya.
Hingga aksi berakhir, para sopir berharap Pemerintah Kota Bogor membuka ruang dialog dan meninjau kembali kebijakan tersebut agar solusi yang diambil tidak merugikan para pelaku transportasi angkutan umum.
Red










