Mata Pena News
kamis 16 Juli
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
(QS. Al-Baqarah: 155)
Makna yang disampaikan pada gambar tersebut secara umum selaras dengan kandungan QS. Al-Baqarah ayat 155, yaitu bahwa Allah menguji hamba-hamba-Nya dengan berbagai bentuk ujian. Namun, Al-Qur’an tidak menyatakan bahwa setiap ujian secara otomatis berarti Allah sedang menaikkan derajat seseorang. Yang dijanjikan adalah kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar dalam menghadapi ujian tersebut.
Bentuk-bentuk Ujian yang Disebutkan dalam Al-Qur’an
1. Menghadapi berbagai masalah dan kesulitan hidup
Allah menguji manusia dengan rasa takut, kesulitan ekonomi, dan berbagai persoalan kehidupan. Ujian ini dapat menjadi sarana memperkuat iman, kesabaran, dan ketergantungan kepada Allah.
2. Mengalami kesedihan dan kehilangan
Kehilangan orang yang dicintai, berkurangnya rezeki, atau kegagalan dalam usaha termasuk bagian dari ujian kehidupan. Di balik semua itu terdapat kesempatan untuk belajar ikhlas, tawakal, dan semakin mendekat kepada Allah.
3. Menghadapi penolakan atau permusuhan dari manusia
Dalam menegakkan kebenaran dan berbuat baik, seorang mukmin bisa saja menghadapi orang-orang yang tidak menyukainya. Kondisi ini merupakan ujian agar tetap menjaga kesabaran, akhlak, dan istiqamah.
Renungan
Ujian bukanlah tanda bahwa Allah membenci hamba-Nya. Sebaliknya, ujian dapat menjadi jalan menuju ampunan, peningkatan kualitas iman, dan kenaikan derajat apabila dihadapi dengan sabar, tawakal, serta tetap taat kepada Allah.
Sebagaimana emas dimurnikan melalui api, demikian pula hati seorang mukmin ditempa melalui berbagai ujian agar menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada Rabb-nya.
Allah menutup ayat ini dengan kabar yang sangat indah:
وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
Doa
اللهم اجعلنا من الصابرين، وارضنا بقضائك، وبارك لنا في كل ما قدرت لنا
“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk golongan orang-orang yang sabar, ridha atas segala ketetapan-Mu, dan limpahkan keberkahan pada setiap takdir yang Engkau tetapkan untuk kami.”
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang sabar ketika diuji, bersyukur ketika diberi nikmat, serta istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya.
Semoga setiap ujian yang kita hadapi menjadi sebab diampuninya dosa-dosa, bertambahnya keimanan, dan—dengan rahmat Allah—menjadi jalan menuju derajat yang lebih mulia di sisi-Nya.
Barakallahu fiikum.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Salam Ukhuwah Islamiyah
Salam Jihad, BES (Brother Eggi Sudja)














