BOGOR | Mata Pena News – Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara bersama anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) V turun langsung menemui masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III di Kantor Kecamatan Parungpanjang, Rabu (15/7/2026).
Beragam aspirasi strategis disampaikan warga, mulai dari pembangunan rumah sakit, infrastruktur, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan reses tersebut berlangsung interaktif. Perwakilan masyarakat, tokoh agama, kepala desa, hingga pelaku usaha menyampaikan berbagai kebutuhan yang dinilai mendesak untuk menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bogor.
Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menegaskan bahwa reses merupakan bagian dari amanat konstitusi yang harus dimanfaatkan anggota DPRD untuk mendengarkan langsung suara masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi diperjuangkan melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Salah satu aspirasi yang menjadi perhatian adalah usulan pembangunan rumah sakit di wilayah Parungpanjang. Aspirasi ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah daerah dan instansi terkait agar dapat dikaji serta ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Sastra Winara.
Menurutnya, seluruh masukan masyarakat yang disampaikan dalam reses akan menjadi bahan pembahasan DPRD dalam penyusunan program pembangunan daerah sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan warga.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang, KH Acep Dahlan, mengusulkan pembangunan gedung dakwah sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Selain itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian kepada guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren melalui program jaminan BPJS Kesehatan.
“Kami berharap adanya gedung dakwah di Kecamatan Parungpanjang sebagai pusat pembinaan umat. Kami juga mengusulkan agar guru ngaji dan pimpinan pondok pesantren mendapatkan perlindungan melalui BPJS Kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Parungpanjang, Acep Humaedi, mendorong percepatan pembangunan jembatan penghubung antara Kabupaten Bogor dan Kabupaten Tangerang yang berada di Desa Jagabaya.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut akan membuka akses ekonomi, memperlancar mobilitas masyarakat, serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Lokasi jembatan berada di Desa Jagabaya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tangerang. Bahkan Bupati Tangerang sudah meninjau lokasi tersebut.
Kami berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan ini karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” ungkapnya.
Reses Masa Sidang III ini menjadi momentum bagi DPRD Kabupaten Bogor untuk menyerap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
Aspirasi yang terkumpul selanjutnya akan dibahas dan diperjuangkan agar dapat masuk dalam prioritas program pembangunan Kabupaten Bogor pada tahun anggaran mendatang.
Red














