JEPARA – MATA PENA NEWS – Tiga pengukir asal Jepara melakukan diplomasi budaya ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, dengan menampilkan keahlian ukir khas Jepara yang telah mendunia. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal mampu menjadi jembatan diplomasi Indonesia di kancah internasional.
Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah tersebut. Menurutnya, diplomasi budaya berbasis warisan bangsa seperti ukir Jepara memiliki peran strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di mata dunia.
“Diplomasi budaya adalah diplomasi yang paling mengakar dan berjangka panjang. Ketika pengukir Jepara hadir di Sarajevo, yang dibawa bukan hanya kayu dan pahat, tetapi identitas, sejarah, dan jiwa bangsa Indonesia,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangannya, Kamis (16/10/2026).
Lestari menilai, Jepara sebagai Kota Ukir Dunia memiliki modal budaya yang sangat kuat. Ukir Jepara bukan sekadar kerajinan, melainkan warisan leluhur yang mengandung filosofi, ketelitian, dan nilai luhur bangsa.
“Di tengah persaingan global, kekuatan budaya adalah soft power yang paling efektif. Dunia mengenal Indonesia bukan hanya dari ekonomi dan politik, tapi dari budayanya yang adiluhung,” tegas perempuan yang akrab disapa Rerie itu.
Kehadiran tiga pengukir Jepara di Sarajevo tersebut dikabarkan mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat dan diaspora Indonesia. Mereka tidak hanya melakukan demonstrasi ukir secara langsung, tetapi juga berdialog budaya dan memperkenalkan motif-motif klasik Jepara seperti lunglungan, trubusan, dan relung.
Rerie berharap, kegiatan diplomasi budaya seperti ini terus diperluas dan didukung oleh negara. Ia mendorong Kementerian Kebudayaan, Kementerian Luar Negeri, dan pemerintah daerah untuk bersinergi menjadikan para maestro budaya sebagai duta bangsa.
“Jangan sampai warisan kita hanya menjadi cerita di museum. Harus hidup, harus tampil di panggung dunia. Dari Jepara untuk dunia, dari Sarajevo kita tunjukkan Indonesia itu bangsa besar dengan budaya yang besar,” pungkasnya.
Langkah tiga pengukir Jepara ini pun menjadi inspirasi bahwa menjaga tradisi bukan berarti tertinggal, justru menjadi cara paling terhormat untuk melangkah ke masa depan dan memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.
yuda














