DISDIKBUD BANYUASIN “ALERGI” WARTAWAN? Hendak Dikonfirmasi soal Dugaan Dana BOS, Awak Media Klaim Dihindari

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 September 2026 - 15:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

 

BANYUASIN — Mata Pena News. Upaya wartawan memperoleh klarifikasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banyuasin terkait persoalan yang berkembang di salah satu satuan pendidikan di daerah tersebut disebut belum membuahkan hasil.

Wartawan yang hendak meminta penjelasan resmi mengenai dugaan persoalan pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 27 Rantau Bayur mengaku mengalami hambatan saat melakukan konfirmasi kepada pihak terkait.

Persoalan tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah muncul informasi mengenai dugaan penggunaan anggaran BOS sekitar Rp270 juta dalam kurun waktu tiga tahun, yang masih membutuhkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak sekolah maupun instansi berwenang.

Hendak Konfirmasi, Wartawan Mengaku Dihindari

Menurut keterangan awak media yang melakukan peliputan, kedatangan mereka ke lingkungan Disdikbud Banyuasin bertujuan mendapatkan tanggapan resmi sekaligus memastikan informasi yang berkembang di masyarakat.

Namun, upaya tersebut disebut tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan. Wartawan mengaku tidak memperoleh penjelasan substantif dari pejabat yang berwenang.

“Kami datang untuk meminta klarifikasi dan memberikan ruang kepada pihak terkait untuk menjelaskan persoalan yang berkembang. Kami tidak bermaksud menghakimi ataupun menuduh,” ujar wartawan yang melakukan konfirmasi.

Baca Juga:  Kirab Budaya Karangrandu Meriah, 19 Kelompok Tampil Kreatif dan UMKM Raup Omzet Berlipat

Menurutnya, keberadaan media dalam proses tersebut justru untuk memastikan pemberitaan tidak hanya berdasarkan informasi dari satu pihak.

Publik Menunggu Penjelasan Disdikbud

Belum adanya keterangan resmi dari Disdikbud Banyuasin membuat sejumlah pertanyaan mengenai persoalan tersebut masih belum terjawab.

Terlebih, Dana BOS merupakan anggaran yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan pendidikan dan penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, klarifikasi dari pihak sekolah dan Disdikbud penting untuk menjelaskan apakah penggunaan anggaran tersebut telah sesuai dengan peruntukan, mekanisme administrasi, serta ketentuan pengelolaan Dana BOS.

Media tidak dapat menyimpulkan adanya penyimpangan hanya berdasarkan informasi awal. Setiap dugaan tetap membutuhkan verifikasi, pemeriksaan dokumen, serta keterangan dari pihak-pihak yang berwenang.

Konfirmasi Adalah Bagian dari Prinsip Keberimbangan

Dalam kerja jurnalistik, hak jawab dan kesempatan memberikan klarifikasi merupakan bagian penting untuk menjaga keberimbangan pemberitaan.

Karena itu, Mata Pena News tetap membuka ruang bagi Kepala Disdikbud Banyuasin maupun pejabat terkait untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan yang dipertanyakan.

Baca Juga:  Pensiunan Anggota Polri Jadi Terdakwa Perkara Kesusilaan, Sidang Digelar di PN Jepara

Jika memang terdapat kekeliruan informasi, pihak terkait memiliki kesempatan untuk meluruskannya. Sebaliknya, apabila seluruh proses pengelolaan anggaran telah sesuai ketentuan, penjelasan resmi dari instansi terkait tentu dapat memberikan kepastian kepada masyarakat.

Media Menunggu Tanggapan Resmi

Mata Pena News berharap Disdikbud Banyuasin dapat membuka akses komunikasi yang lebih baik dengan insan pers maupun masyarakat, khususnya terkait persoalan pendidikan yang menjadi perhatian publik.

Wartawan menyatakan akan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan, verifikasi, dan konfirmasi dalam pemberitaan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Kepala Disdikbud Kabupaten Banyuasin maupun pejabat yang berwenang mengenai dugaan persoalan pengelolaan Dana BOS di SD Negeri 27 Rantau Bayur tersebut.

Mata Pena News akan memuat klarifikasi atau hak jawab dari pihak Disdikbud, pihak sekolah, maupun pihak terkait lainnya apabila telah disampaikan secara resmi.

Reporter: DONY, S.H.

Kaperwil Sumsel

Mata Pena News

 

Berita Terkait

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO
Pensiunan Anggota Polri Jadi Terdakwa Perkara Kesusilaan, Sidang Digelar di PN Jepara
Kirab Budaya Karangrandu Meriah, 19 Kelompok Tampil Kreatif dan UMKM Raup Omzet Berlipat
KELUARGA BESAR MATA PENA NEWS.COM TURUT BERDUKA CITA Jasa dan Pengabdian Lurah Indra Jaya, S.E. Akan Selalu Dikenang
GUNCANGAN DUNIA PENDIDIKAN BANYUASIN: 28 KEPALA SEKOLAH DIAMANKAN OLEH TIM TIPIKOR POLDA SUMSEL SAAT BIMTEK
SIGAP PATROLI SATPOL PP PALEMBANG: PELAKU PENCURI KABEL PENERANGAN JALAN BERHASIL DIAMANKAN DI AREAL JEMBATAN AMPERA
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN, KADES FAHRUL Taraman JAYA, OKU TIMUR BERPULANG KE RAHMATULLAH
VIRAL! PROYEK APBN 2026 SDN 8 TALANG KELAPA DIDUGA GUNAKAN SURAT PENGAMANAN TAHUN 2025, KEPSEK KLAIM ATAS PERINTAH INTEL KEJARI
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:35 WIB

BURUH GERUDUK KANTOR LPSK JATIM! JAMKESWATCH FSPMI DESAK KEPASTIAN BIAYA PENGOBATAN KORBAN PENGANIAYAAN MOJOKERTO

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pensiunan Anggota Polri Jadi Terdakwa Perkara Kesusilaan, Sidang Digelar di PN Jepara

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:27 WIB

Kirab Budaya Karangrandu Meriah, 19 Kelompok Tampil Kreatif dan UMKM Raup Omzet Berlipat

Senin, 21 September 2026 - 10:33 WIB

KELUARGA BESAR MATA PENA NEWS.COM TURUT BERDUKA CITA Jasa dan Pengabdian Lurah Indra Jaya, S.E. Akan Selalu Dikenang

Jumat, 18 September 2026 - 14:56 WIB

GUNCANGAN DUNIA PENDIDIKAN BANYUASIN: 28 KEPALA SEKOLAH DIAMANKAN OLEH TIM TIPIKOR POLDA SUMSEL SAAT BIMTEK

Berita Terbaru

Daerah

52 Jalan di Jepara OTW Mulus di 2026!

Jumat, 23 Okt 2026 - 12:49 WIB

News

tes

Jumat, 23 Okt 2026 - 10:49 WIB