JEPARA| MATA PENA NEWS — Kasus gangguan kesehatan yang dialami 118 siswa dan guru di Kabupaten Jepara berbuntut pada penghentian sementara penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jepara Mlonggo Sekuro 01.
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi melakukan suspend terhadap operasional SPPG tersebut setelah menerima laporan mengenai sejumlah siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan MBG.
Koordinator SPPG Kabupaten Jepara, Muhamad Wildan Musthofa, mengatakan BGN meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Evaluasi mencakup kepala SPPG, standar operasional prosedur atau SOP, sarana dan prasarana, hingga proses produksi makanan,” ujar Wildan, Senin (8/9/2026).
Kronologi Kejadian
SPPG Jepara Mlonggo Sekuro 01 sebelumnya menjadi salah satu dapur penyedia makanan dalam Program MBG. Setiap harinya, SPPG tersebut mendistribusikan sekitar 1.650 menu MBG, terdiri dari 1.374 peserta didik dan 276 nonpeserta didik.
Pada Senin (7/9/2026), sebanyak 556 paket makanan didistribusikan ke tiga sekolah penerima.
Beberapa jam setelah makanan dikonsumsi, sejumlah siswa dan guru mulai melaporkan mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut dan diare.
Berdasarkan laporan yang diterima hingga saat ini, jumlah warga sekolah yang mengalami gangguan kesehatan mencapai 118 orang, terdiri dari siswa dan guru dari tiga sekolah penerima manfaat MBG.
BGN Hentikan Sementara Distribusi
Menindaklanjuti laporan tersebut, BGN mengambil langkah dengan menghentikan sementara distribusi makanan dari SPPG Mlonggo Sekuro 01 sekaligus meminta dilakukan evaluasi dan audit secara menyeluruh.
Evaluasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari pengelolaan SPPG, penerapan SOP, kondisi sarana dan prasarana, hingga proses pengolahan dan produksi makanan.
Pihak SPPG menyatakan siap bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh tahapan evaluasi yang dilakukan sesuai arahan BGN.
Sementara itu, agar pelayanan Program MBG tetap berjalan, distribusi makanan untuk sekolah-sekolah yang terdampak sementara dialihkan kepada SPPG lain di wilayah Jepara.
Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara masih melakukan pemantauan terhadap kondisi siswa dan guru yang mengalami gangguan kesehatan.
Kasus tersebut kini menjadi perhatian untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, khususnya bagi para penerima manfaat di Kabupaten Jepara.
Yuda














